Tautan-tautan Akses

Penerbangan Evakuasi Penerjemah Afghanistan Tiba di AS


Ruang pendaftaran visa AS di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kabul, Afghanistan, Jumat, 30 Juli 2021. (Foto AP/Mariam Zuhaib)
Ruang pendaftaran visa AS di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kabul, Afghanistan, Jumat, 30 Juli 2021. (Foto AP/Mariam Zuhaib)

Penerbangan khusus mengangkut sekitar 200 orang Afghanistan yang memenuhi syarat mendapatkan Status Imigran Khusus (SIV) tiba di Amerika Serikat hari Jumat (30/7), sebagai bagian dari operasi untuk mengevakuasi mereka yang memberikan bantuan kepada pemerintah AS.

Para pejabat Gedung Putih mengumumkan Operasi Pengungsi Sekutu pada 14 Juli, dengan menyatakan operasi itu akan mengevakuasi para penerjemah Afghanistan dan yang lainnya yang membantu pemerintah AS selama perang, bersama-sama dengan keluarga mereka, yang kini khawatir akan pembalasan dari Taliban.

Mantan penerjemah Afghanistan dalam aksi demo di depan Kedutaan Besar AS di Kabul, Afghanistan, 25 Juni 2021. (AP)
Mantan penerjemah Afghanistan dalam aksi demo di depan Kedutaan Besar AS di Kabul, Afghanistan, 25 Juni 2021. (AP)

Deputi Senior Penasihat Keamanan Dalam Negeri Russ Travers dari Dewan Keamanan Nasional memberitahu wartawan bahwa penerbangan itu “mewakili dipenuhinya komitmen AS dan penghormatan atas keberanian warga Afghanistan itu dalam membantu mendukung misi kami.”

Penerbangan penyelamatan

Para pejabat AS mengatakan penerbangan pertama mencakup sekitar 200 orang dengan status SIV dan anggota keluarga mereka. Sekitar 700 orang lainnya yang telah menuntaskan proses SIV akan dievakuasi dalam beberapa pekan mendatang.

Mereka akan dibawa ke Fort Lee, sebuah pangkalan militer di Virginia, di mana mereka akan melewatkan waktu sekitar sepekan untuk menjalani pemerintahan kesehatan dan menyelesaikan dokumen sebelum mereka direlokasi. Mereka yang memiliki keluarga di AS akan ditempatkan bersama, yang lainnya melalui Program Penerimaan Pengungsi Departemen Luar Negeri AS.

Mural di dinding Kedutaan Besar AS di Kabul, Afghanistan, 30 Juli 2021. (AP Photo/Mariam Zuhaib)
Mural di dinding Kedutaan Besar AS di Kabul, Afghanistan, 30 Juli 2021. (AP Photo/Mariam Zuhaib)

Menurut Departemen Luar Negeri, kelompok pertama pengungsi telah menjalani tes kesehatan dan telah dites COVID-19. Apabila ada yang positif terjangkit COVID, mereka akan dikarantina sebelum keberangkatan.

“Kami telah memberikan vaksin di Kabul bagi mereka yang berminat untuk mendapatkannya, dan kami juga akan memberikan vaksin itu di Fort Lee,” kata Tracey Jacobson dari satgas koordinasi Afghanistan di Departemen Luar Negeri AS.

Destinasi lain

Warga Afghanistan lainnya belum mendapat persetujuan untuk ke AS, tetapi masih diproses berdasarkan sistem SIV. Dalam beberapa pekan mendatang, para pejabat akan mulai memindahkan keluarga-keluarga itu ke apa yang disebut Jacobson sebagai “lokasi pihak ketiga” di mana mereka akan menjalani penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan visa, sebelum menerima tempat berlindung di AS.

Seorang warga Afghanistan yang berbicara dengan VOA mengatakan email mengindikasikan ia telah mengikuti pemrosesan status selama empat tahun.

Sersan Marinir Amerika Serikat. Isaac Tate (kiri) dan Kpl. Aleksander Aleksandrov (tengah), mewawancarai seorang pria Afghanistan setempat dengan bantuan seorang penerjemah dari MEB, 11 Desember 2009. (AP)
Sersan Marinir Amerika Serikat. Isaac Tate (kiri) dan Kpl. Aleksander Aleksandrov (tengah), mewawancarai seorang pria Afghanistan setempat dengan bantuan seorang penerjemah dari MEB, 11 Desember 2009. (AP)

Menurut perkiraan, ada sekitar 2.500 warga Afghanistan yang memenuhi syarat yang pada akhirnya akan dievakuasi ke AS dan lokasi yang tidak disebut.

Mempercepat evakuasi warga Afghanistan menjadi prioritas, kata Karine Jean-Pierre, deputi sekretaris pers hari Kamis (29/7) dalam keterangan di Gedung Putih. “Presiden menetapkan sasaran yang jelas, kita akan mulai merelokasi warga Afghanistan yang melamar SIV dan keluarga mereka sebelum akhir bulan ini,” ujarnya.

Otoritas awal SIV ditandatangani menjadi undang-undang pada tahun 2008 oleh presiden ketika itu, George W Bush, dan dimaksudkan untuk memberi warga Irak tempat aman di AS. Sejak itu, pemerintah telah memukimkan lebih dari 70 ribu warga Afghanistan dengan status SIV di AS. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG