Tautan-tautan Akses

Penerbangan Dibatalkan Akibat Letusan Gunung Agung


Gunung Agung terlihat mengeluarkan asap dan abu di Bali, Indonesia, 26 November 2017.

Gunung berapi di pulau Bali bergetar kembali dengan serangkaian letusan yang menganggu beberapa penerbangan internasional ke Bali.

Gunung Agung meletus Sabtu malam dan meletus tiga kali hari Minggu pagi, dan terlihat puncaknya mengeluarkan cahaya oranye dan melemparkan abu setinggi 4 ribu meter ke atmosfer.

Awan abu bergerak ke arah pulau Lombok, menjauhi bandara Bali, di mana hampir semua penerbangan domestik dan internasional dijadwalkan tetap normal pada hari Minggu (26/11).

Maskapai penerbangan Australia Jetstar, yang membatalkan sembilan penerbangannya ke dan dari Bali Sabtu malam, mengatakan sebagian besar penerbangannya akan beroperasi secara normal hari Minggu setelah pilot seniornya menilai kondisinya aman untuk terbang.

Tapi maskapai tersebut memperingatkan pergerakan awan abu tidak dapat diprediksi dan penerbangan masih bisa dibatalkan sewaktu-waktu.

Virgin, KLM dan Air Asia Malaysia juga membatalkan beberapa penerbangan hari Sabtu.

Petugas bencana mengatakan abu setinggi setengah sentimeter melanda desa-desa sekitar gunung berapi dan tentara dan polisi membagi-bagikan masker.

Ahli vulkanologi pemerintah Gede Suantika mengatakan, cahaya merah-kuning yang terlihat pada kepulan abu di atas gunung merupakan cerminan lava di kawah gunung itu.

Suantika mengatakan Gunung Agung bisa memuntahkan abu setidaknya selama satu bulan namun ia memperkirakan tidak ada letusan besar.

Letusan besar Gunung Agung yang terakhir pada tahun 1963 menewaskan sekitar 1.100 orang.

Indonesia berada di "Lingkar Api Pasifik" dan memiliki lebih dari 120 gunung berapi aktif. [my/jm]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG