Tautan-tautan Akses

Pemulangan Pengungsi Muslim Rohingya ke Myanmar Ditangguhkan


Pengungsi Rohingya menunggu pembagian bantuan makanan di kamp penampungan pengungsi di Thankhali, distrik Ukhia, Bangladesh, 12 Januari 2018. (Foto: dok).

Pemulangan bertahap pengungsi Muslim Rohingya ke Myanmar dari Bangladesh telah ditangguhkan.

Semula pemulangan akan mulai dilaksanakan, Selasa (23/1). Belum jelas kapan proses itu akan mulai.

Myanmar dan negara tetangganya Bangladesh baru-baru ini menyelesaikan persetujuan untuk memulangkan ratusan ribu orang Muslim Rohingya yang mengungsi dari Myanmar untuk menghindarkan penindakan brutal oleh militer.

Abdul Kalam, Komisioner Rehabilitasi dan Pertolongan Pengungsi Bangladesh, mengatakan kepada Associated Press, “Yang diutamakan adalah proses pengungsian harus dengan sukarela.”

Para pekerja bantuan dan kaum Rohingya prihatin bahwa pengungsi akan dipaksa kembali ke tempat dari mana mereka melarikan diri beberapa bulan yang lalu.

David Mathieson, peneliti hak asasi yang sudah bertahun-tahun bekerja menanggulangi masalah-masalah Rohingya, mengatakan pemerintah kedua negara berkhayal. Ia mengatakan, “sekarang kita mengharapkan mereka kembali, seolah-olah mereka menyambutnya dengan sangat gembira setelah apa yang dilakukan pemerintah terhadap mereka?”

Banyak dari pengungsi tidak senang dengan kemungkinan kembali ke Myanmar.

Seluruh perkampungan Rohingya di Myanmar sudah dibakar habis. Disamping itu, pengungsi Rohingya memberitahu para pekerja hak asasi mengenai berbagai kekejaman yang dilakukan pasukan keamanan Myanmar, termasuk penembakan membabi buta, perkosaan dan penghancuran sama sekali rumah-rumah dan desa-desa mereka. [gp]

XS
SM
MD
LG