Tautan-tautan Akses

Pemuda Mesir akan Berdemo untuk Protes Lambannya Reformasi


Para pemuda penggerak demonstrasi di Mesir khawatir arah revolusi yang mengabaikan tuntutan reformasi di Mesir.
Para pemuda penggerak demonstrasi di Mesir khawatir arah revolusi yang mengabaikan tuntutan reformasi di Mesir.

Para demonstran Mesir berencana akan kembali turun ke jalan Jumat ini untuk apa yang mereka sebut sebagai “Revolusi Kedua.” Mereka khawatir perubahan jangka panjang dan reformasi berkelanjutan yang mereka dambakan telah teralihkan.

Lewat media sosial Facebook dan Twitter yang telah digunakan pada demonstrasi 25 April lalu, pemuda Mesir mengajak berdemonstrasi di Lapangan Tahrir, Kairo dan tempat-tempat lain negeri itu setelah shalat Jumat .

Ahmed Salah seorang aktivis dan penyelenggara demonstrasi sebelumnya mengatakan kepemimpinan Dewan Militer Tertinggi yang berkuasa setelah Husni Mubarak mundur belum memutuskan hubungan dengan masa lampau.

Ia mengatakan, "Ada banyak kemunduran dalam revolusi saat ini karena adanya upaya untuk meredakan atau menyabotasenya oleh orang-orang di dewan militer, beberapa staf atau dari pusat keamanan negara dan dari partai NDP yang lalu dan dari mereka yang masih berkuasa. Dan kita hanya berusaha untuk mengembalikan revolusi ke jalurnya.”

Kekecewaan telah berlangsung berminggu-minggu dan memuncak saat “Konferensi Dialog Nasional” hari Minggu. Aktivis pemuda meninggalkan konferensi yang diusulkan pemerintah itu dan marah karena banyaknya tokoh lama yang hadir termasuk mantan penguasa dari Partai Nasional Demokrat.

Mantan kolonel polisi yang menjadi aktivis, Omar Afifi dalam pengasingan di Amerika mengatakan ia tidak dendam atas pemimpin de facto Panglima Militer Mesir, Mohamed Tantawi, tetapi mempertanyakan loyalitasnya.

Afifi mengatakan Tantawi menjabat sebagai menteri pertahanan pada pemerintahan sebelumnya dan itu telah menguntungkannya. Revolusi menurut Afifi bertentangan dengan kepentingan Marsekal itu.

Saleh yang seorang aktivis itu menjelaskan langkah-langkah yang diperlukan untuk bergerak ke depan. Lebih lanjut ia mengatakan, “Kami ingin mempunyai dewan kepresidenan sipil untuk menggantikan Dewan Militer Tertinggi dan memiliki konstitusi baru yang menjamin hak setiap orang, memastikan adanya pemilu yang bebas dan adil dan memastikan ada pengadilan bagi siapapun yang terlibat, korupsi dan mengembalikan semua aset yang dijarah.”

Pengumuman bahwa perbatasan dengan Gaza akan dibuka minggu ini dan Mubarak beserta anak-anaknya akan diadili dianggap sebagai penenang suasana oleh Afifi.

XS
SM
MD
LG