Tautan-tautan Akses

AS

Pemimpin Sementara EPA Diperkirakan akan Lakukan Deregulasi


Penjabat kepala Badan Perlindungan Lingkungan Hidup (EPA) yang baru, Andrew Wheeler

Presiden Donald Trump mengatakan ia “tidak ragu” dengan kemampuan penjabat kepala baru Badan Perlindungan Lingkungan Hidup (EPA), Andrew Wheeler, yang akan melanjutkan “agenda EPA yang hebat dan abadi.”

Tetapi aktivis-aktivis lingkungan hidup dan sebagian anggota fraksi Demokrat mengatakan mereka khawatir bahwa yang benar-benar akan dilakukan Wheeler adalah melanjutkan kebijakan deregulasi yang sebelumnya dilakukan Scott Pruitt.

Wheeler yang kelahiran Ohio adalah mantan pengacara dan telah sejak lama menjadi pelobi industri batubara. Ia juga mantan kepala staf senator fraksi Republik dari negara bagian Oklahoma, James Inhofe – salah seorang tokoh yang paling vokal menyangkal adanya perubahan iklim.

Wheeler juga kritikus yang mengatakan aktivitas manusia menyebabkan bumi kini menjadi lebih hangat.

“Kita harus mengembalikan kepercayaan publik pada EPA dan membiarkan badan itu memenuhi misinya dibanding menghapus UU yang menjaga agar keluarga kita tetap aman,” ujar Direktur Eksekutif Sierra Club Michael Brune.

Namun, mantan rekan Wheeler yang kini menjadi pelobi minyak dan gas, Matthew Dempsey, mengatakan kepada suratkabar New York Times bahwa Wheeler memiliki kualifikasi yang baik untuk setidaknya memimpin EPA untuk sementara.

“Andrew adalah salah seorang sosok yang paling dikenal, pembuat kebijakan yang dihormati di Washington dalam bidang energi dan lingkungan hidup, ia kenal setiap orang,” ujar Dempsey.

Wheeler resminya mulai memimpin EPA hari Senin (9/7) sementara Trump mempertimbangkan siapa yang akan dinominasikannya sebagai ketua EPA mendatang.

Wheeler mengatakan di masa lalu ia tidak tertarik memimpin EPA secara permanen. [em/al]

XS
SM
MD
LG