Tautan-tautan Akses

Pemimpin Oposisi Rusia Navalny Keluar dari RS di Berlin


Politisi oposisi Rusia Alexei Navalny turun ke lantai bawah di rumah sakit Charite di Berlin, Jerman, dalam gambar tak bertanggal ini yang diperoleh dari media sosial, 19 September 2020. (Sumber dari Instagram @ NAVALNY / Media Sosial)

Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny Rabu keluar dari rumah sakit di Berlin, meningkatkan prospek ia kembali ke Rusia sekitar sebulan setelah jatuh sakit karena serangan racun yang membuat tegang hubungan Rusia dan negara-negara Barat yang sedang sulit.

“Kondisi pasien telah cukup baik baginya untuk keluar dari unit perawatan akut,” sebut pernyataan dari Rumah Sakit Charite di Berlin, di mana Navalny dirawat selama 32 hari. Ia sengaja dibuat koma dan berada dalam perlindungan ketat polisi hampir sepanjang ia dirawat.

“Berdasarkan kemajuan dan kondisi pasien sekarang ini, para dokter yang merawatnya meyakini bahwa ia mungkin pulih sepenuhnya. Namun masih terlalu dini untuk menilai kemungkinan dampak peracunan parah terhadapnya dalam jangka panjang,” sebut pernyataan itu.

Navalny kemudian mengunggah postingan di media sosial antara lain berupa foto dirinya di bangku taman yang dikelilingi pepohonan.

“Rencana saya sederhana saja sekarang: fisioterapi setiap hari,” tulis Navalny.

“Saya bertanya kepada dokter apa yang harus saya lakukan agar dapat lebih cepat pulih bukan hanya secara fisik tetapi juga pikiran. Dan saya suka jawabannya,” tambah Navalny. “Membaca lebih banyak, menulis di media sosial, dan bermain video game.”

Pengecam utama presiden Rusia Vladimir Putin ini sakit parah pada 20 Agustus lalu dalam penerbangan pulang ke Moskow dari kegiatan kampanye di Siberia.

Pendaratan darurat dan perawatan awal oleh para dokter Rusia di kota Omsk, memberi sedikit sekali petunjuk mengenai apa yang terjadi.

Para dokter di Omsk bersikeras mereka tidak menemukan jejak-jejak racun.

Tetapi mereka juga menunda permintaan awal keluarga Navalny agar mengevakuasinya untuk dirawat di tempat lain – suatu langkah yang oleh para pendukungnya ditafsirkan sebagai upaya menyembunyikan bukti mengenai apa yang menyebabkannya jatuh sakit.

Setelah ia dievakuasi ke sebuah klinik di Berlin, Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan pakar toksikologi mendapat bukti bahwa Navalny telah diracun dengan Novichok, racun yang biasa digunakan militer pada era Soviet

Laboratorium-laboratorium di Swedia dan Perancis kemudian juga mengukuhkan temuan-temuan tersebut. [uh/ab]

Recommended

XS
SM
MD
LG