Tautan-tautan Akses

Pemimpin Oposisi Kamboja Secara Resmi Dituduh Berkhianat


Koran terbaru "The Cambodia Daily" yang dijual di sebuah kios koran, di Phnom Penh, Kamboja, Senin, 4 September 2017.

Pemimpin Kamboja Kem Sokha secara resmi dikenai tuduhan pengkhianatan, dan terancam hukuman penjara antara 15 sampai 30 tahun jika terbukti bersalah.

Sebuah pengadilan di ibukota, Phnom Penh, Selasa (4/9) mengumumkan bahwa pemimpin Partai Penyelamatan Nasional Kamboja itu dituduh secara diam-diam berkolusi dengan entitas asing untuk melemahkan pemerintah.

Sokha ditangkap hari Minggu (3/9) dalam sebuah penggerebekan di rumahnya, bersama dengan pengawalnya, menurut cuitan dari putrinya, Kem Monovithya.

Pemerintah mengatakan pihaknya menahan Sokha berdasarkan komentarnya dalam siaran video oleh jaringan penyiaran swasta Cambodian Broadcasting Network, yang berbasis di Melbourne, Australia.

Dalam video yang diambil pada tahun 2013 tersebut, Sokha mengklaim bahwa dia telah menerima bantuan dari Amerika Serikat untuk membangun sebuah gerakan pro-demokrasi di Kamboja.

Sebuah cuitan di akun Twitter miliknya hari Senin (4/9) mengatakan “Saya mungkin kehilangan kebebasan saya, tapi semoga kebebasan tidak pernah mati di Kamboja.” [lt]

XS
SM
MD
LG