Tautan-tautan Akses

Polisi di Kamboja menangkap Kem Sokha, pemimpin partai oposisi utama di negara itu dalam penggerebekan terhadap rumahnya Minggu dini hari (3/9), dan tak lama kemudian pemerintah mengeluarkan pernyataan menuduhnya telah melakukan pengkhianatan.

Menurut putrinya Monovithya Kem, pemimpin kelompok oposisi Kem Sokha dibawa ke kantor polisi dengan tangan diborgol setelah lebih dari 100 polisi datang ke rumahnya di ibukota Phnom Penh.

Monovithya, yang juga anggota Cambodia National Rescue Party, lewat Twitter mengatakan polisi tidak menunjukkan surat penangkapan ayahnya.

Lewat pernyataan tertulis pemerintah Kamboja mengatakan pihaknya memiliki bukti yang mengisyaratkan bahwa Kem Sokha telah berkonspirasi dengan negara asing yang menentang Kamboja dan menyebut tindakan itu sebagai “pengkhianatan”.

Menjelang pemilu tahun 2018, pemerintahan Hun Sen – pemimpin otoriter yang telah berkuasa selama lebih dari 30 tahun – telah meningkatkan tekanan hukum terhadap para pengecam, tokoh-tokoh politik dan media yang mengambil sikap beroposisi dengannya.

Ancaman hukum memaksa pendahulu Kem Sokha – Sam Rainsy – mengundurkan diri dari Cambodia National Rescue Party yang dipimpinnya. Pemilu lokal akan dilangsungkan Juni tahun depan, sementara pemilu nasional akan dilangsungkan tahun berikutnya. [em]

XS
SM
MD
LG