Tautan-tautan Akses

Pimpinan Eksekutif Hong Kong Ingin Kerjasama Lebih Erat dengan Indonesia


Dari kiri: Menlu Indonesia Retno L.P. Marsudi, Presiden Indonesia Joko Widodo, Pimpinan Eksekutif Hong Kong, Leung Chun-ying dan Menteri yang membawahi bidang Pekerja Srephen SUi, berpose seusai penandatangan nota kesepakatan di Hong Kong, China , 1 Mei 2017. (Jerome Favre/Pool Photo via AP).

Presiden Indonesia Joko Widodo baru saja mengakhiri kunjungannya ke Hong Kong, di mana ia bertemu dengan masyarakat Indonesia dan para pemimpin kota itu untuk meningkatkan kerja sama antara kedua belah pihak.

Hari Senin 1 Mei, Presiden Jokowi bertemu dengan para pengusaha dan pimpinan eksekutif Hong Kong, Leung Chun-ying yang menekankan bidang kerja sama yang dikehendaki kedua belah pihak.

“Kami melakukan diskusi yang membuahkan hasil mengenai mendorong kerjasama Hong Kong- Indonesia pada semua tingkat, pemerintah dengan pemerintah, bisnis dengan bisnis, rakyat dengan rakyat. Juga di semua bidang-perdagangan, investasi, layanan profesional, wisata dan pendidikan,” kata Leung Chung-ying.

Leung Chun-ying, yang baru terpilih menjadi pemimpin eksekutif Hong Kong bulan Maret lalu, menggunakan pertemuannya untuk menegaskan sikap politik kotanya sebagai bagian dari satu China yang tercermin dalam kebijakan investasinya di Indonesia.

“Bagi Indonesia, kami membawa investasi Hong Kong dan China daratan dan dari Indonesia kami membeli bukan hanya untuk Hong Kong, melainkan juga bagi seluruh China,” kata Leung Chun-ying.

Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut mengisyaratkan bahwa ia memahami situasi politik di kota yang dipimpin Leung Chun-ying dan China yang mendukungnya. Ia merujuk situasi politik dan pemilihan global yang belakangan hasil-hasilnya mengejutkan rakyat dunia.

Tapi di balik riuh rendahnya politik global Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia tetap berfokus pada reformasi. Ia juga menyambut investasi Hong Kong di Indonesia.

Dalam bidang pendidikan, Pemimpin Eksekutif Hong Kong itu juga mengatakan Indonesia dan Hong Kong menjalin kerjasama dalam pertukaran mahasiswa.

“Kami sudah menandatangani perjanjian sehingga ada 10 siswa muda Indonesia diantara siswa kami di Hong Kong dan mereka adalah gelombang pertama penerima beasiswa 'Belt and Road' atau negara-negara dalam jalur sutra China yang kami tawarkan pada negara-negara tersebut,” kata Leung Chun-ying.

Hong Kong termasuk salah satu mitra perdagangan dan investasi yang penting bagi Indonesia dan kemitraan kedua belah pihak telah berlangsung sejak tahun 1951. Presiden Joko Widodo dan pemimpin eksekutif Leung Chun-ying berharap kerjasama akan makin meningkat dan menguntungkan kedua belah pihak. [my/al]

XS
SM
MD
LG