Tautan-tautan Akses

Pemimpin Dunia Hadiri Peringatan Holocaust di Yerusalem


Para pemimpin dunia berkumpul di Yerusalem untuk menandai ke-75 tahun penutupan kamp konsentrasi Auschwitz, Kamis (23/1).

Puluhan pemimpin dunia berkumpul di Yerusalem untuk menandai ke-75 tahun kamp konsentrasi Auschwitz ditutup. Para pemimpin dunia, mulai dari Wakil Presiden Amerika Mike Pence hingga Presiden Rusia Vladimir Putin, memperingatkan bahaya anti-Semitisme.

Wakil Presiden Amerika Mike Pence berbicara secara emosional tentang 6 juta orang Yahudi yang dibunuh dalam Holocaust dan ditutupnya kamp konsentrasi Auschwitz.

“Ketika tentara membuka gerbang Auschwitz pada 27 Januari 1945, mereka menemukan 7000 tahanan setengah kelaparan, setengah telanjang, ratusan kotak catatan yang mendokumentasi pembunuhan massal terbesar dalam sejarah. Sebelum perang berakhir, dalam lima tahun keberadaannya, lebih dari 1,1 juta laki-laki, perempuan, dan anak-anak binasa di Auschwitz,” ujar Pence.

Wakil Presiden Pence juga mengatakan dunia tidak boleh membiarkan Holocaust terjadi lagi. Sebagai penganut Kristen evangelis, ia menutup dengan doa, pertama dalam bahasa Inggris, dan kemudian dalam bahasa Ibrani.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Auschwitz adalah simbol kejahatan bagi dunia.

“Tetapi bagi orang Yahudi, Auschwitz lebih dari sekadar simbol kejahatan, itu juga merupakan simbol utama ketidakberdayaan Yahudi. Ini adalah puncak dari apa yang bisa terjadi ketika rakyat kami tidak memiliki suara, tidak memiliki lahan, tidak memiliki pelindung. Kini kami memiliki suara, kami memiliki lahan dan kami memiliki pelindung,” tandasnya.

Netanyahu juga mengimbau dunia memastikan tidak akan ada lagi Holocaust dengan bersikap tegas terhadap Iran.

Presiden Jerman Frank Walter-Steinmeier juga berbicara secara emosional. Ia mengaku "dibebani rasa bersalah" atas kejahatan Jerman dalam era Nazi. Kata-kata Presiden Rusia Vladimir Putin sangat menyentuh ketika mengatakan bahwa kejahatan Holocaust tidak hanya dilakukan Nazi tetapi juga kaki tangan mereka, yang tampaknya merujuk pada Polandia.

Peringatan itu dilakukan sementara anti-Semitisme meningkat di seluruh dunia. Moshe Kantor, presiden Forum Holocaust Dunia, mengatakan situasi itu berbahaya.

"Siapa yang bisa membayangkan bahwa hanya 75 tahun setelah Holocaust, orang-orang Yahudi yang memakai simbol-simbol Yahudi kembali takut berada di jalan-jalan Eropa? Siapa yang bisa membayangkan bahwa sinagoga akan diserang lagi, dan kuburan dinodai atau bahkan dirusak secara berkala?," tukas Kantor.

Pejabat-pejabat Israel mengatakan mereka berharap dengan mengumpulkan semua pemimpin dunia, akan dihasilkan tekad baru memerangi anti-Semitisme di seluruh dunia.(ka/ii)

XS
SM
MD
LG