Tautan-tautan Akses

Pemerintahan Trump Dukung Penjualan Jet Tempur ke Bahrain


Presiden Donald Trump berbincang dengan Pimpinan, Presiden dan CEO Lockheed Martin Marillyn Hewson (kanan) sebelum menandatangani inpres di Kantor Oval, Gedung Putih, Washington, Jumat, 24 Februari 2017. (Foto: dok).

Pemerintahan Presiden Amerika Donald Trump memberitahu Kongres hari Rabu (29/3) mengenai rencana melanjutkan penjualan jet-jet tempur ke Bahrain yang telah ditangguhkan tahun lalu terkait keprihatinan mengenai HAM.

Ini akan memungkinkan Bahrain membeli 19 jet F-16 dari Lockheed Martin yang bernilai lebih dari 4 miliar dolar.

Pemberitahuan hari Rabu (29/3) itu mendorong dimulainya proses evaluasi, di mana para legislator dapat meminta lebih banyak informasi atau mengemukakan keprihatinan. Partai Presiden Trump, partai Republik, menguasai kedua majelis di Kongres.

Pemerintahan mantan presiden Barack Obama telah menghentikan penjualan itu, dengan menyatakan Bahrain harus lebih dulu mengatasi berbagai keprihatinan mengenai HAM seperti tindakan kerasnya terhadap kelompok-kelompok oposisi.

Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat Bob Corker mengatakan persyaratan semacam itu “belum pernah ada sebelumnya dan kontra produktif” dan memuji keputusan untuk melanjutkan penjualan.

Corker menyatakan, ada cara-cara yang lebih efektif untuk mengupayakan perubahan kebijakan mitra Amerika daripada mengemukakan persyaratan secara terbuka mengenai transfer senjata.

Kelompok HAM Amnesty International menentang penjualan itu, dengan menyebut sejumlah keprihatinan mengenai tindakan Bahrain, antara lain ikut dalam koalisi pimpinan Arab Saudi yang melancarkan serangan udara dalam konflik di Yaman. Kelompok itu juga menyebut perintah eksekutif Trump yang menangguhkan program penerimaan pengungsi ke Amerika. [uh/lt]

XS
SM
MD
LG