Tautan-tautan Akses

AS

Kemenlu: Keputusan Trump Rugikan Perang Lawan Teror


Protes menentang larangan imigrasi Donald Trump di luar Terminal 4 di Bandar Udara John F. Kennedy di Queens, New York (28/1). (Reuters/Andrew Kelly)

Indonesia mendorong kerjasama internasional untuk melawan terorime langsung pada akarnya.

Pemerintah Indonesia menyesalkan dikeluarkannya kebijakan administrasi baru di Amerika yang melarang masuknya warga dari tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim di dunia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir hari Senin (30/1) mengatakan larangan Presiden Donald Trump terhadap warga tujuh negara Muslim memasuki Amerika bisa merugikan perang global melawan teroris.

Ia mengakui, kebijakan itu hak kedaulatan Amerika tetapi Indonesia, yang tidak masuk daftar negara itu, “sangat menyayangkan'' keputusan itu dan percaya itu akan “berdampak negatif pada upaya global melawan teroris'' dan penanganan pengungsi.

“Salah mengaitkan radikalisme dan terorisme dengan agama tertentu,'' ujar Nasir dalam pernyataan.

Upaya melawan teroris, menurutnya, harus dilakukan dengan meningkatkan kerjasama internasional, termasuk mengatasi akar penyebab terorisme.

Trump hari Jumat menandatangani keputusan melarang 90 hari perjalanan ke Amerika oleh warga Irak, Suriah, Iran, Sudan, Libya, Somalia atau Yaman, dan menangguhkan program bagi pengungsi selama 120 hari. Warga Suriah dilarang masuk tanpa batas.

Beberapa pemerintah termasuk sekutu Amerika mengecam kebijakan itu, yang menyebabkan kekacauan di Bandara-Bandara Amerika pada akhir pekan sementara turis ditahan dan memicu protes.

Pemerintah Indonesia mengimbau warganya di Amerika Serikat agar mengetahui hak-hak mereka dan menghormati hukum setempat. Kantor-kantor misi Indonesia memantau setiap perkembangan yang bisa berdampak bagi warga Indonesia di Amerika.

Kebijakan ini memicu demonstrasi di puluhan bandara internasional di Amerika sejak Sabtu malam dan di depan Gedung Putih di Washington, DC, hari Minggu. [em/ka]

XS
SM
MD
LG