Tautan-tautan Akses

Pemerintah Lakukan Persiapan Awal Ramadhan dan Idul Fitri


Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas terkait persiapan menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri di kantor Presiden Jakarta, Senin 3/4. (Foto: Biro Pers Kepresidenan).

Ketersediaan bahan pokok dan pelayanan transportasi publik merupakan hal utama yang perlu disiapkan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, demikian penegasan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas di Istana hari Senin (3/4).

Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2017 atau 1438 Hijriyah masih sekitar dua bulan lagi, namun pemerintah sudah mulai mempersiapkan diri. Presiden Joko Widodo hari Senin memimpin langsung rapat terbatas guna membahas persiapan ini.

“Menghadapi Idul Fitri tahun ini, meskipun masih 2,5 bulan, alangkah baiknya kita memberi perhatian bersama terutama dalam rangka persiapan yang semakin baik dari tahun ke tahun,” kata Presiden.

Presiden Jokowi menekankan persiapan utama yang harus dimaksimalkan adalah ketersediaan bahan pokok dan pelayanan transportasi publik.

“Yang pertama berkaitan dengan ketersediaan bahan pokok. Yang kedua, yang berkaitan dengan persiapan sarana dan prasarana transportasi. Kemudian yang ketiga berkaitan dengan persiapan dari sisi keamanan,” imbuh Jokowi.

Persiapan sejak awal ini diharapkan akan melancarkan ibadah puasa di bulan suci dan tradisi mudik saat lebaran yang kerap dilakukan warga di negara mayoritas berpenduduk Muslim ini.

“Saya berharap dengan langkah-langkah persiapan yang lebih awal lebih baik pada Ramadhan tahun ini, kaum Muslimin dan Muslimat dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang. Dengan aman dan nyaman,” tambahnya.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Iwan Sulaiman Soelasno kepada VOA menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Presiden Jokowi mengantisipasi persiapan jelang Ramadhan dan Idul Fitri. Dalam hal ketersediaan pangan, Iwan berharap Pemerintah menerapkan konsep lumbung desa.

“Ini harus jadi model untuk ke depannya. Itu harus ditempatkan dalam konteks untuk memperkuat lumbung pangan desa,” ujar Iwan.

Lumbung desa ini menurut Iwan dapat menjadi barometer Pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan ketersediaan pangan sekaligus distribusi di lapangan.

Iwan menambahkan, “Karena kan kalau lumbung pangan desa sudah diperkuat ke depannya dengan sendirinya akan menunjang ketahanan pangan. Kelembagaan lumbung pangan desa harus diperkuat. Yang kedua, fungsinya harus diperkuat. Yaitu memenuhi sebagai penyimpan dari pangan. Yang kemudian nanti bisa memenuhi distribusinya, konsumsinya dan ketersediaannya.” [aw/em]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG