Tautan-tautan Akses

AS

Pemecatan Penjabat Jaksa Agung AS Peristiwa Langka, Tapi Pernah Terjadi


Penjabat jaksa agung AS Sally Quillian Yates yang dipecat karena menolak membela larangan imigrasi Presiden Donald Trump. (Foto: Dok)

Sejak Presiden Harry Truman memulai masa jabatan pertamanya tahun 1945 hanya 35 pilihan presiden yang dipecat.

Keputusan Presiden AS Donald Trump hari Senin (30/1) untuk memecat penjabat Jaksa Agung merupakan peristiwa yang langka dalam sejarah kepresidenan namun bukannya tidak pernah terjadi sebelumnya.

Menurut laporan yang disusun Direktur Pusat Politik Universitas Virginia, Larry Sabato dan diterbitkan oleh harian Politico, sejak Presiden Harry Truman memulai masa jabatan pertamanya tahun 1945 hanya 35 pilihan presiden yang dipecat.

Pendahulu Trump, Presiden Barack Obama menghadapi tekanan keras untuk memecat Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Kathleen Sebelius setelah kemacetan pendaftaran asuransi kesehatan Obamacare.

Jaksa Agung Eric Holder berhenti setelah didapati melawan Kongres karena menolak menyerahkan dokumen terkait dengan skandal perdagangan senjata Fast and Furious. Namun Obama membela pilihannya, meski demikian keduanya kemudian mengundurkan diri.

Jenderal Stanley McChrystal, yang ditunjuk Obama untuk menjadi panglima tentara Amerika di Afghanistan tahun 2008 adalah pejabat tertinggi pilihan presiden yang diberhentikan selama dua masa jabatan Obama.

McChrystal dipaksa berhenti tahun 2010 setelah membuat komentar tidak enak mengenai pemerintahan Obama pada wawancara dengan majalah Rollingstone. Ia menyampaikan pengunduran dirinya tanggal 23 Juni, sehari setelah laporan itu diterbitkan secara daring dan Obama menerima pengunduran dirinya pada hari itu juga. [my/al]

XS
SM
MD
LG