Tautan-tautan Akses

Pemantau: Serangan Udara Hancurkan Rumah Sakit di Suriah


Beberapa pria mengendarai sepeda motor melewati tanda bahaya di lokasi yang dihantam serangan udara baru-baru ini di kota Khan Sheikhoun di provinsi Idlib yang berada di bawah kendali pemberontak, tanggal 5 April 2017 (foto: REUTERS/Ammar Abdullah)

Serangan udara menurut aktivis pemantau serangan udara telah menghancurkan pusat medis bawah tanah di provinsi Idlib, hanya beberapa kilometer dari lokasi serangan kimia mematikan.

Aktivis, yang memantau perang saudara yang sudah berlangsung lama di Suriah, mengatakan serangan udara menghancurkan pusat medis bawah tanah di provinsi Idlib, hanya beberapa kilometer dari lokasi serangan kimia mematikan yang memicu kemarahan internasional dan serangan pembalasan rudal jelajah Amerika awal bulan ini.

Syrian Observatory for Human Rights mengatakan, serangan udara menarget gua yang dijadikan fasilitas medis Abdin yang dikuasai pemberontak, menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai belasan lainnya. Situs oposisi lain, Aleppo Today, mengatakan tiga petugas medis diduga terbunuh.

Saksi mata mengatakan tidak jelas apakah pesawat tempur Suriah atau pesawat sekutu Rusia yang menarget fasilitas itu. Menurut organisasi amal medis, Dokter untuk Hak Asasi, lebih dari 400 serangan udara terkait pesawat tempur pemerintah Rusia atau Suriah mengebom lebih dari 300 fasilitas medis antara tahun 2011 dan akhir tahun lalu. Hampir 800 pekerja medis terbunuh.

Fasilitas Abdin terletak hanya beberapa kilometer utara Khan Sheikhoun, kota yang terkena serangan kimia yang menewaskan sekitar 100 warga sipil dalam serangan yang diduga diperintahkan pemerintah pada 4 April. Presiden Amerika Donald Trump menanggapi dengan memerintahkan serangan rudal jelajah ke pangkalan udara di Suriah barat.

Secara terpisah hari Sabtu, pemantau mengatakan, pesawat tempur yang diyakini milik koalisi internasional yang dipimpin Amerika dan memerangi ekstremis ISIS, menyerang sasaran di Sungai Efrat 40 kilometer utara Raqqa, ibukota de facto ISIS.

Pernyataan Observatory menyebutkan serangan di dekat kota al-Tabqa menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai sejumlah lainnya.

Pejuang Kurdi yang didukung Amerika selama berminggu-minggu ini mendesak maju menuju Raqqa, memotong jalur pasokan ISIS dan merebut pangkalan udara di dekat bendungan Tabqa. [ka]

XS
SM
MD
LG