Tautan-tautan Akses

AS

Pemadam California: 'Cuaca Tidak Mendukung'


Para pemadam kebakaran di depan sebuah rumah yang terbakar api kebakaran lahan di Boulder Creek, California, 21 Agustus 2020.

Para petugas yang berjuang memadamkan kebakaran hutan besar di California Utara mengatakan cuaca kurang mendukung upaya mereka untuk mengendalikan lebih dari 600 titik api.

Cuaca panas, angin tak terkendali, dan kemungkinan sambaran petir yang bisa memicu lebih banyak kebakaran, semakin mempersulit upaya mereka.

Para peramal dari Dinas Cuaca Nasional AS memasang Peringatan Bendera Merah untuk Minggu (23/8) dan Senin (24/8) untuk wilayah San Francisco Bay area di sepanjang pantai.

Peringatan-peringatan itu berarti bahwa suhu hangat, angin yang lebih kencang dan tingkat kelembaban yang lebih rendah, diperkirakan akan meningkatkan risiko bahaya.

“Ada banyak kemungkinan buruk terjadi di luar sana," kata pemimpin dinas kebakaran California Mark Brunton. Dia juga mengatakan bahwa angin bisa berhembus dari segala arah.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bencana besar di California Utara, sehingga negara bagian itu berhak menerima dana federal untuk membantu mereka yang kehilangan rumah dan properti.

Para pejabat negara bagian menyebut kebakaran-kebakaran itu sebagai klaster kebakaran hutan terbesar kedua dalam sejarah California.

Hingga Minggu (23/8), sekitar 450 ribu hektar telah hangus. Lebih dari 1.000 rumah dan bangunan hancur. Ribuan orang mengungsi. Sedikitnya lima kematian terkait kebakaran, dilaporkan.

Para pakar mengatakan kebakaran terbaru itu disebabkan oleh badai yang membawa banyak petir, tapi tidak mencurahkan hujan. Panas ekstrem yang memanggang California pekan lalu, termasuk suhu 54 derajat Celcius di Death Valley, semakin memicu risiko kebakaran. [vm/pp]

XS
SM
MD
LG