Tautan-tautan Akses

Pelatih Wanita Jerman: “Saya Pilih Pemain Berdasarkan Ukuran Penis”


Seorang pemain bersiap menendang bola tanda dimulainya laga final Piala Eropa 2018 antara Jerman dan Spanyol di Stadion Ernst Happel di Wina, Austria, 29 Juni 2008.

Tips untuk kaum hawa. Menanggapi komentar seksis tak perlu emosi. Mungkin bisa ditiru cara Imke Wuebbenhorst, perempuan pertama yang melatih klub sepak bola putra di salah satu dari lima liga teratas Jerman.

Wuebbenhorst, mantan pemain tengah putri U-20, bulan lalu terpilih menjadi kepala pelatih tim putra Klub BV Cloppenburg, yang saat ini berada pada urutan bontot Lower Saxony Oberliga, pada divisi kelima sepak bola Jerman.

Seperti dilaporkan kantor berita AFP, menanggapi pemilihan Wuebbenhorst, koran Jerman, Welt, bercanda dengan menanyakan apakah dia harus membunyikan alarm saat memasuki ruang ganti untuk memastikan para pemainnya sudah berpakaian. Pelatih yang tegas itu merespon dengan jawaban tajam dan sarkasme.

“Tentu saja tidak. Saya profesional. Saya memilih para pemain berdasarkan ukuran penis,” kata perempuan berusia 30 tahun itu dengan nada sarkastis.

Setelah mengakhiri karier pada 2016, Wuebbenhorst melatih timp putri di Cloppenburg. Selama berkarier, Wuebbenhorst sudah dua kali memenangkan gelar juara Eropa untuk tim U-19 Jerman dan bermain di liga putri Bundesliga untuk Klub Hamburg.

Dia menolak mengatakan dia seorang pionir untuk para perempuan lainnya.

“Saya mau membahas topik ini. Saya ingin dinilai berdasarkan prestasi, bukan apakah saya perempuan atau laki-laki,” kata Wuebbenhorst dalam situs web Cloppenburg.

“Saya tidak punya masalah dengan memberikan perintah – saya seorang guru.”

Kehadiran pelatih kepala perempuan di liga divisi bawah di Jerman menarik banyak perhatian media. Tapi Wuebbenhorst hanya memusatkan perhatian pada menyelesaikan tugasnya.

“Kami hanya punya 12 laga lagi untuk tetap berada di liga ini. Ini akan menjadi tugas berat,” katanya.

“Beberapa rekan sejawat saya menggambarkan tugas baru saya sebagai misi bunuh diri dan bertanya mengapa saya mau melakukannya. Tapi klub lain tidak ada yang meminta saya.”

“Satu-satunya ketakutan saya adalah apabila terdegradasi fakta bahwa saya seorang perempuan akan dituding sebagai penyebabnya.” [ft/au]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG