Tautan-tautan Akses

Seorang Pelaku Perampokan Sadis Pulomas Tewas Ditembak Polisi

  • Fathiyah Wardah

Pembunuhan di rumah keluarga Dodi Triono di Pulomas, Jakarta TImur, mengejutkan publik karena banyaknya jumlah korban yang tewas dan luka-luka serta tingkat kekejaman yang luar biasa. (Foto: Ilustrasi)

Polisi menangkap dua tersangka pelaku perampokan yang disertai pembunuhan di Pulomas, Jakarta Timur, dan salah satu di antaranya tewas tertembak.

Sehari setelah peristiwa perampokan sekaligus pembunuhan sadis di sebuah rumah mewah di kawasan Pulomas, Jakarta Timur, polisi gabungan dari Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya, Kepolisian Resor Jakarta Timur, dan Kepolisian Resor Depok, hari Rabu (28/12) berhasil menangkap dua tersangka, salah satunya tewas tertembak.

Tersangka yang tewas bernama Ramlan Butarbutar, 51, yang tercatat memiliki komplotan yang beroperasi di sejumlah wilayah di Jakarta, Depok, Bekasi, dan Bogor. Ia menjadi buronan polisi untuk dua kasus perampokan, salah satunya terhadap warga negara Korea Selatan tahun 2012.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian kepada wartawan menjelaskan, selain Ramlan, polisi juga membekuk Erwin Situmorang, yang merupakan anggota baru komplotan Ramlan.

Polisi menyergap keduanya di Gang Kalong RT 06/RW 02, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Bekasi Timur. Di lokasi ditemukan sejumlah barang bukti, di antaranya telepon seluler Samsung, Nokia, dan BlackBerry, kacamata, jam Rolex, uang Rp 9,7 juta, serta beberapa lembar uang baht dan dolar AS.

Polisi sekarang sedang memburu dua tersangka lainnya.

Tito memuji kinerja anak buahnya tersebut dalam mengungkap sekaligus menyergap dua dari empat pelaku.

"Mungkin dianggap kejahatan biasa, perampokan. Tapi jumlah korban cukup besar, enam orang meninggal, itu mengentak kita. Kesigapan dari Polda Metro Jaya, hanya dalam waktu satu hari bisa mengungkap, saya anggap luar biasa karena berangkat dari nol, bukan tertangkap tangan. Tapi murni dari kemampuan mengolah tempat kejadian perkara," ujarnya.

Perampokan sekaligus pembunuhan sadis di rumah dua lantai milik arsitek Dodi Triono ini menewaskan enam dari sebelas korban. Kesebelas korban tersebut ditemukan berjubel dalam toilet sempit di lantai satu kediaman Dodi, beralamat di Pulomas Utara, Kayu Putih, Jakarta Timur.

Tito mengatakan keberhasilan polisi tersebut juga berkat adanya rekaman kamera CCTV di rumah korban. Dari rekaman CCTV diketahui ada empat perampok yang masuk karena pintu gerbang rumah korban setinggi 3 meter sedang terbuka.

Tito membenarkan komplotan Ramlan merupakan geng perampok spesialis rumah mewah dan biasanya beraksi satiap musim liburan.

Setelah dianalisis dan disesuaikan dengan keterangan Philip Napitupulu, pelaku kejahatan serupa, didapat empat nama tersangka, termasuk rekam jejak mereka di Depok, Bogor, dan Bekasi.

Polisi kemudian mendapat informasi tentang keberadaan Ramlan dan Erwin di Bekasi. Dalam penyergapan itu, Ramlan ditembak kakinya dan mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan ke rumah sakit karena kehabisan darah

Menurut Tito, salah satu hal yang mesti diperkuat adalah pengamanan digital, yaitu sistem panggilan darurat dan sistem CCTV kota.

"Saya berharap dengan adanya CCTV kita bisa memperkuat pengamanan digital. Harusnya ada peraturan, kalau nggak peraturan dari Mendagri, tiap-tiap daerah membuat peraturan gedung-gedung akan dibangun wajib untuk memasang sistem CCTV yang bisa dihubungkan dengan sistem CCTV pemerintah. Kemudian ruang publik, jalan, taman, itu semua harus dilenbgkapi dengan CCTV yang diadakan oleh pemerintah. Baru nanti dikoneksi antara pemerintah dengan swasta," ujarnya.

Tito mengimbau anak buahnya yang sedang memburu dua tersangka lainnya untuk mengupayakan agar kedua pelaku tersebut tetap hidup sehingga bisa dimintai keterangan dan diketahui modusnya.

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG