Tautan-tautan Akses

Pejabat China di Hong Kong Peringatkan Soal Campur Tangan Asing


Kepala Kantor Penghubung Hong Kong yang baru diangkat Luo Huining berbicara kepada media, China, 6 Januari 2020. (Foto: REUTERS/Navesh Chitrakar)

Seorang pejabat tinggi Beijing di Hong Kong, Kamis (15/4), memperingatkan agar pasukan asing tidak mencampuri urusan keamanan nasional di kota itu dan mengancam akan melakukan pembalasan jika itu terjadi.

Amerika Serikat, Inggris, dan sekutu-sekutu mereka telah mengutuk kontrol China yang mengetat atas kebebasan di Hong Kong, termasuk pemberlakuan undang-undang keamanan nasional dan reformasi pemilu yang ditujukan untuk membungkam oposisi di wilayah semiotonom itu.

“Jika sudah waktunya, tindakan akan diambil terkait dengan kekuatan eksternal atau asing yang dapat mengganggu urusan Hong Kong atau upaya untuk menggunakan Hong Kong sebagai pion, '' kata Luo Huining, direktur kantor perwakilan pemerintah pusat China di Hong Kong.

“Kami akan mengajukan keberatan yang kuat dan memberi mereka pelajaran, '' katanya pada upacara pembukaan Hari Pendidikan Keamanan Nasional Hong Kong.

Pihak berwenang menandai acara tersebut dengan kegiatan open house kampus polisi, di mana personel polisi mendemonstrasikan gaya berbaris langkah angsa militer China. Gaya berbaris itu diperkenalkan sejak Hong Kong yang dikuasai oleh Inggris diserahkan ke China pada 1997.

Para kritikus mengatakan tindakan keras Beijing, yang bertujuan untuk mengekang perbedaan pendapat setelah berbulan-bulan protes antipemerintah pada 2019 , telah mengikis kebebasan yang dijanjikan kepada Hong Kong ketika kembali ke pemerintahan China. Sebagian besar aktivis dan pendukung prodemokrasi terkemuka di kota itu saat ini menghadapi dakwaan, dipenjarakan, atau melarikan diri ke luar negeri.

Dalam pidatonya, Luo mengatakan bahwa setiap orang di Hong Kong perlu menghormati tanggung jawab hukum dalam menegakkan keamanan nasional di kota tersebut.

Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam berbicara selama konferensi pers di Hong Kong, 13 April 2021. (Foto: AP)
Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam berbicara selama konferensi pers di Hong Kong, 13 April 2021. (Foto: AP)

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam menggambarkan aksi protes 2019, yang terkadang diwarnai kekerasan, sebagai kegiatan seperti aksi teroris. Ia juga menyebut upaya oleh mereka yang mendukung kemerdekaan Hong Kong dan penentuan nasib sendiri sebagai risiko keamanan yang besar karena tujuannya adalah merebut kekuasaan dari pemerintah.

“Jika ini tidak dihentikan, maka kedaulatan, keamanan, kepentingan pembangunan nasional akan terpengaruh. Jadi ini adalah krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya, '' katanya. “Undang-undang Keamanan Nasional di Hong Kong segera memulihkan stabilitas dalam kehidupan masyarakat.''

Lam juga mengatakan bahwa para pejabat publik di Hong Kong memiliki tanggung jawab penting dalam menjaga keamanan nasional.

Di sekolah-sekolah, para siswa didorong untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, termasuk membangun dinding mosaik keamanan nasional yang menampilkan foto wajah para siswa, untuk mengajarkan mereka mengenai pentingnya bekerja bersama melindungi tanah air.

Pihak berwenang juga mendorong sekolah-sekolah untuk mengadakan upacara pengibaran bendera, memutar lagu kebangsaan, dan membagikan brosur yang menekankan pentingnya keamanan nasional. [ab/uh]

Lihat komentar (3)

Forum ini telah ditutup.

Recommended

XS
SM
MD
LG