Tautan-tautan Akses

Pedoman Baru AS Mungkinkan Tes Virus Korona Lebih Cepat


Foto alat uji virus korona yang dirilis oleh Pusat Penanganan dan Pencegahan Penyakit AS (Centers for Disease Control and Prevention/CDC)

Para regulator federal memperbolehkan rumah sakit dan laboratorium lain untuk mengembangkan tes untuk mendeteksi virus corona di tempat masing-masing, sebuah upaya untuk mengatasi minimnya uji coba virus tersebut.

Urgensi untuk uji coba itu meningkat sementara para pejabat kesehatan melaporkan beberapa virus korona baru di AS dan kematian pertama di negara itu.

Kebijakan baru itu diungkap, Sabtu (29/2), oleh Badan Pengawasan Pangan dan Obat-obatan (Food and Drugs Administration/FDA) AS, menyusul kritikan bahwa minimnya uji coba telah menyebabkan virus itu tersebar tanpa terdeteksi.

"Akan sangat bermanfaat untuk menambah jumlah tempat yang bisa melakukan tes itu," kata Jennifer Nuzzo, seorang akademisi senior pada Johns Hopkins Center bagi Keamanan Kesehatan.

Selama ini rumah sakit harus mengirim sampel ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) di Atlanta untuk uji coba. Perlu waktu 48 jam untuk memperoleh hasil.

CDC telah memproduksi sebuah perangkat tes untuk digunakan departemen kesehatan di seluruh AS. Namun, banyak yang melaporkan tes itu memberikan hasil yang tidak akurat. Setelah ditelusuri, masalahnya terletak pada bahan yang diproduksi secara tidak tepat. CDC mengatakan tes itu bisa digunakan dengan komponen lain. Selain itu, pihaknya berencana mengirim perangkat tes baru ke laboratorium kesehatan umum. [vm/ft]

XS
SM
MD
LG