Tautan-tautan Akses

PBB Minta Hongaria Melonggarkan Kebijakan Pengungsi


Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban berbicara pada pembukaan pertemuan ke 67 Komite Regional WHO untuk Eropa di Budapest, 11 September 2017.

Komisaris Tinggi PBB Urusan Pengungsi, Filippo Grandi, mengecam keras Hongaria karena menahan pencari suaka selagi mereka menunggu keputusan permohonan mereka.

Hongaria mendirikan pagar di perbatasan selatan negara itu tahun 2015 untuk menghentikan arus migran dan pengungsi. Perdana Menteri Viktor Orban berulangkali mengatakan bahwa besarnya arus migran yang sebagian besar Muslim membahayakan budaya Eropa.

Para pengungsi itu secara otomatis ditahan hingga waktu yang ditentukan di dua kamp yang disebut pusat transit, yang dibuat dari peti kemas. “Mungkin perlu berminggu-minggu atau berbulan-bulan sampai prosedurnya selesai,” kata Grandi yang menambahkan, “Mereka menyebutnya transit, tetapi ini adalah penahanan.”

Grandi juga mengecam yang disebutnya “niat jelas Hongaria untuk sangat membatasi jumlah orang yang dizinkan datang ke Hongaria mencari perlindungan.”

Budapest membatasi permohonan suaka yang dapat diajukan setiap hari hanya lima untuk setiap pusat transit.

Grandi menghimbau pemerintah Hongaria agar melonggarkan sistem suaka sehingga kasus-kasus pengungsi dapat diproses sesuai dengan komitmen internasional negara itu. [ds]

XS
SM
MD
LG