Tautan-tautan Akses

AS

PBB Desakkan Tolak Kekerasan Jelang Pemilu di Kongo


Seorang pria mengamati poster kampanye di distrik Lingwala, Kinshasa, 18 Desember 2018 (foto: John Wessels/AFP)

Dewan Keamanan PBB hari Selasa mendesak semua pihak agar menolak kekerasan, lima hari sebelum pemilihan presiden di Republik Demokratik Kongo.

Sedikitnya enam orang tewas dalam kekerasan menjelang pemilihan 23 Desember, yang akan membawa negara di Afrika tengah yang dilanda konflik itu keluar dari pemerintahan Presiden Joseph Kabila selama 17 tahun.

Kinshasa menyangkal ada hubungan antara pertumpahan darah itu dan kampanye.

Dewan Keamanan (DK) PBB meminta semua pihak "terus menolak kekerasan dalam bentuk apa pun, menahan diri semaksimal mungkin dan tidak memprovokasi, dengan kata-kata berisi ajakan kekerasan, dan agar mengatasi perbedaan secara damai," demikian isi pernyataan PBB.

Negara-negara anggota DK juga menggarisbawahi pentingnya memastikan keselamatan dan keamanan kandidat dan pemilih semasa kampanye.

Mereka juga mengulang seruan kepada semua pihak agar terlibat secara damai dan konstruktif dalam proses pemilu, untuk memastikan pemilu yang transparan, damai dan kredibel. [ka]

XS
SM
MD
LG