Tautan-tautan Akses

PBB Desak Dunia Hormati Hak Asasi Manusia


Banyak orang berkumpul di Freedom Park dalam Peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) di Phnom Penh, Kamboja, 10 Desember 2016. (REUTERS/Samrang Pring)

Negara-negara di berbagai penjuru dunia memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia yang jatuh pada tanggal 10 Desember.

Sementara pelanggaran HAM terus berlangsung di berbagai penjuru dunia, PBB menyerukan agar setiap orang menghormati HAM.

Sekjen PBB Ban-Ki-Moon mengatakan, "Menegakkan HAM adalah kepentingan semua orang. Penghormatan terhadap HAM memajukan kesejahteraan semua orang, stabilitas bagi setiap masyarakat, dan keharmonisan bagi dunia kita yang saling terhubung.”

Sementara itu, Komisioner Tinggi HAM PBB Zeid Ra’ad Al Hussein mengatakan, “Kini saatnya setiap orang mendukung HAM. Tidak ada tindakan yang bisa dianggap terlalu kecil. Di mana pun Anda berada, Anda bisa menyumbang pada kemajuan. Mari bersama kita mendukung kemanusiaan.”

Amerika Serikat dan Uni Eropa khususnya menyerukan pada China, untuk membebaskan para tahanan politiknya, termasuk peraih Nobel Perdamaian dan aktivis demokrasi Liu Xiaobo, yang telah dipenjara sejak 2008. Amerika Serikat dan Uni Eropa mengatakan, situasi HAM di China memburuk. Selama setahun lalu, kata mereka, China telah memenjarakan ratusan pengacara dan aktivis.

"Saya masih sangat prihatin dengan situasi penahanan para pengacara di China,” kata Max Baucus, Dubes AS untuk China, melalui sebuah pernyataan. “Perlakuan China terhadap para pengacara dan aktivis menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana komitmen China terhadap aturan hukum.”

Aliansi Pembela Kebebasan (ADF), sebuah kelompok konservatif pro-Kristen, menyerukan perlindungan bagi mereka yang tertindas di Timur Tengah, khususnya umat Kristen.

Hari HAM Sedunia merupakan peringatan terhadap tanggal 10 Desember 1948 ketika Majelis Umum PBB mengesahkan Deklarasi HAM Universal, sebuah dokumen penting yang menggariskan norma-norma dasar HAM internasional. [ab]

XS
SM
MD
LG