Tautan-tautan Akses

Paus: Kekerasan Terhadap Perempuan Berarti Tidak Hormati Tuhan


Paus Fransiskus memimpin Misa yang menandai Hari Perdamaian Dunia di Basilika Santo Petrus di Vatikan, 1 Januari 2020. (Foto: Reuters/Remo Casilli)

Paus Fransiskus menggantungkan harapannya akan  dunia yang lebih damai di tahun baru pada perempuan.  Ia mengatakan kekerasan terhadap perempuan sama artinya dengan tidak menghormati Tuhan, dan menyerukan agar perempuan semakin dilibatkan dalam membuat keputusan-keputusan besar.

Pada awal Tahun Baru, Paus Fransiskus menyampaikan harapan tercapainya perdamaian di dunia. Ribuan orang memadati Lapangan Santo Petrus untuk menyimak khutbahnya pada Hari Perdamaian Dunia. Paus juga menggunakan kata-kata yang tegas dalam misa pagi di Basilika Vatikan, mengecam aksi kekerasan terhadap perempuan dan menyerukan diakhirinya eksploitasi atas tubuh perempuan.

Di bawah sinar matahari musim dingin yang cerah dan langit biru, Paus Fransiskus menyampaikan ucapan selamat tahun baru perdamaian pada kerumunan besar massa yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus. Paus mengatakan planet bumi tidak berputar begitu saja untuk mengelilingi matahari, sementara umat manusia terus hidup; tetapi lebih lagi karena hal ini merupakan keajaiban dan manusia seharusnya bersyukur akan hal itu.

Pada Hari Perdamaian Dunia, yang digagas oleh Paus Paul VI, Paus Fransiskus mengatakan pesannya untuk tahun 2020 adalah “perdamaian merupakan jalur harapan, di mana kita maju dengan mengadakan dialog, rekonsiliasi dan pertobatan.”

Sebelumnya Paus Fransiskus melangsungkan misa Tahun Baru yang khidmat di Basilika Santo Petrus. Pada tanggal 1 Januari, Gereja merayakan Maria, ibu Yesus.

Paus: Tingkat Kemanusiaan Dilihat dari Cara Memperlakukan Perempuan

Dalam khutbah pertamanya pada tahun 2020, Paus bicara menentang kekerasan yang dialami perempuan dalam masyarakat modern ini. Ia mengatakan seluruh bentuk kekerasan terhadap perempuan merupakan penghinaan terhadap Tuhan Ia juga menyerukan diakhirinya eksploitasi tubuh perempuan, dengan mengatakan tubuh perempuan “harus dibebaskan dari konsumerisme” dan “harus dihormati dan dihargai.”

Paus mengatakan “sering tubuh perempuan dikorbankan bagi iklan, keuntungan, pornografi, dan dimanfaatkan secara komersial.” Ditambahkannya, meskipun perempuan merupakan “sumber kehidupan,” mereka terus menerus dihina, dipukuli, diperkosa, dipaksa menjadi pelacur” atau dipaksa melakukan aborsi. Gereja Katolik melarang praktik aborsi.

Paus Fransiskus mengatakan tingkat kemanusiaan kita harus dilihat dari cara kita memperlakukan tubuh perempuan. Paus menggarisbawahi bahwa untuk membuat dunia lebih bersatu dan damai, perempuan harus sepenuhnya diikutsertakan dalam proses pengambilan keputusan.

Dalam khutbahnya, Paus juga menyampaikan isu imigrasi dan para ibu yang melakukan perjalanan sulit untuk meningkatkan kehidupan anak-anak mereka. Paus mengatakan “ada ibu-ibu yang menempuh perjalanan berbahaya, untuk memberikan anaknya masa depan yang lebih baik, tapi dinilai tidak penting oleh “orang-orang yang perutnya penuh dengan barang-barang, tetapi hatinya kosong dari cinta kasih.”

Namun, Paus tidak mengatakan apakah di bawah kepemimpinannya, perlakuan terhadap perempuan di gereja Katolik akan berubah. Menurut ajaran Vatikan, perempuan tidak bisa menjadi pendeta. Posisi paus juga hanya diperuntukan untuk kaum pria. (ab/em)

Recommended

XS
SM
MD
LG