Tautan-tautan Akses

Patroli Pengawasan Menurun, Perompak Somalia Kembali Mengintai


Perompak Somalia berdiri di dekat kapal nelayan yang terdampar.

Menurunnya pengawasan dan perlindungan laut memberi para perompak peluang untuk melancarkan serangan baru, menurut sebuah laporan yang baru-baru ini dirilis sebuah kelompok maritim.

Organisasi nirlaba Oceans Beyond Piracy (OBP) melaporkan, setelah beberapa tahun kasus perompakan mengalami penyusutan, kini jumlah kapal yang berlayar lebih dekat pantai dan jumlah kapal angkatan laut yang berpatroli dekat Somalia mengalami penurunan. Beberapa kapal yang melalui perairan Somalia kini juga tidak disertai pengawal bersenjata.

Kenyataan ini, menurut Maisie Pigeon, penulis utama laporan, memberi para perompak Somalia kesempatan untuk kembali melangsungkan aksinya. Setidaknya empat dari tujuh kapal yang diserang dekat Somalia tahun ini tidak dilengkapi pengawal bersenjata.

Maise sendiri mengatakan, masih terlalu dini untuk membandingkan sutuasi saat ini dengan masa keemasan perompakan, yakni tahun 2010 dan 2011. Namun, katanya, fakta ini perlu dicermati.

Menurut Biro Maritim Internasional, sepanjang tahun 2010, para perompak Somalia menyerang lebih dari 200 kapal dan membajak 49 di antara mereka, dan bahkan sempat menyandera lebih dari 1000 awak kapal. Pada beberapa kasus, para perompak ini menerima uang tebusan sebesar 5 hingga 7 juta dolar untuk pembebasan setiap kapal dan para awaknya.

Perompakan mengalami penurunan dramatis selama dua tahun terakhir setelah angkatan-angkatan laut AS, Eropa dan Asia meningkatan patroli mereka di perairan Somalia dan kapal-kapal mulai menggunakan langkah-langkah proteksi yang lebih kuat. Tidak ada perompakan dilaporkan terjadi di lepas pantai Somalia pada tahun 2014, 2015 dan 2016. [ab/as]

XS
SM
MD
LG