Tautan-tautan Akses

Pasukan Tunisia Gunakan Gas Airmata Bubarkan Demonstran


Unjuk rasa di Tunisia memprotes partai Islamis Ennahda yang memimpin pemerintahan koalisi di Tunisia (foto: dok).
Unjuk rasa di Tunisia memprotes partai Islamis Ennahda yang memimpin pemerintahan koalisi di Tunisia (foto: dok).

Ribuan pemrotes di kota Kasserine marah karena merasa pemimpin Tunisia tidak mengakui sumbangan penduduk dalam revolusi Tunisia.

Pasukan keamanan Tunisia hari Rabu melepaskan tembakan ke udara dan menggunakan gas air mata untuk membubarkan ribuan pemrotes di kota Kasserine, kira-kira 300 kilometer sebelah barat-daya ibukota Tunis.

Para pejabat setempat mengatakan demonstran melempari penjara setempat dengan batu dan mengelilinginya. Mereka mengatakan pemrotes marah karena mereka merasa bahwa pemimpin baru negara itu telah gagal mengakui sumbangan penduduk setempat bagi pergolakan rakyat sebelumnya tahun ini yang menggulingkan presiden Zine el Abidine Ben Ali dan melahirkan “Arab Spring.”

Pergolakan tersebut mengilhami pergolakan di Mesir, Libya, Suriah, dan Yaman, yang mengubah tata politik di Timur Tengah.

Bentrokan itu terjadi sehari setelah Tunisia melantik Majelis Konstituante baru setelah persetujuan pembagian kekuasaan antara partai-partai Islamis moderat dan sekuler, yang dicapai sebulan setelah pemilu parlemen tanggal 23 Oktober.

Majelis yang beranggokana 217 orang itu akan ditugaskan untuk merancang undang-undang dasar baru dan tata politik.

Kabinet baru itu, yang menghadapi banyak tantangan termasuk menarik modal asing dan menghidupkan kembali ekonomi negara itu yang lesu, berjanji untuk mengadakan pemilu baru dalam waktu satu tahun.

XS
SM
MD
LG