Tautan-tautan Akses

Pasukan Suriah Gunakan Meriam dan Tank untuk Gempur Aleppo


Tentara pemberontak Suriah terus bertahan di kota Aleppo dari gempuran hebat pasukan pemerintah (29/7).
Tentara pemberontak Suriah terus bertahan di kota Aleppo dari gempuran hebat pasukan pemerintah (29/7).

Pasukan pemerintah Suriah dilaporkan menggunakan tembakan artileri dan tank untuk melawan pemberontak di kota Aleppo, sehari setelah pemberontak berhasil menahan serbuan itu.

Kantor HAM Suriah yang berpusat di London mengatakan pertempuran sengit sedang berlangsung hari Minggu di distrik-distrik kota bagian barat daya. Pertempuran untuk merebut kota Aleppo, pusat perdagangan Suriah, sangat penting bagi pemberontak dan juga bagi pasukan pemerintah yang mempertahankannya.

Kelompok oposisi dewan nasional Suriah mendesak dewan keamanan PBB untuk mengadakan sidang darurat tentang Aleppo, dengan mengatakan, pemerintah Suriah sedang merencanakan pembantaian di kota itu.

Sementara pertempuran terus berkecamuk, Menteri LN Suriah Walid al-Mualim mengadakan kunjungan yang tidak diumumkan ke Iran. Ketika berbicara dalam sebuah wawancara pers, ia mengatakan kekuatan-kekuatan anti-Suriah yang sedang berkumpul di Aleppo, pasti akan dikalahkan.

Sedangkan Menteri LN Iran Ali Akbar Salehi memperingatkan akan ada konsekuensi gawat bagi kawasan itu kalau pemerintahan Assad runtuh. Menurut Salehi, adalah naif untuk berpendapat bahwa pemerintahan baru akan dengan mudah dibentuk di Suriah apabila terjadi kekosongan kekuasaan.

Pemerintah Yordania hari Minggu untuk pertama kalinya membuka kamp pengungsi resmi untuk warga Suriah yang melarikan diri. Kata Menlu Yordania Nasser Judah, Yordania telah menampung 142.000 warga Suriah dan jumlah itu terus bertambah dengan kira-kira 2.000 orang tiap hari.

Turki juga menampung lebih dari 44.000 pengungsi Suriah, dan PBB mengatakan lebih dari 17.000 orang tewas sejak dimulainya pemberontak di Suriah bulan Maret tahun lalu.
XS
SM
MD
LG