Tautan-tautan Akses

Pasukan Keamanan Dikerahkan untuk Pulihkan Ketenangan di New Delhi


Pasukan keamanan India berpatroli melewati kendaraan yang hangus terbakar akibat amuk massa yang bentrok saat berunjuk rasa di New Delhi, India, 27 Februari 2020. REUTERS / Adnan Abidi

Pasukan keamanan dikerahkan di beberapa wilayah di ibu kota India, Kamis (26/2), di mana bentrokan kekerasan antara umat Hindu dan Muslim menewaskan sedikitnya 32 orang dan melukai lebih dari 200 lainnya.

Mereka melangsungkan patroli jalanan di bagian timur laut New Delhi untuk mencegah munculnya bentrokan kekerasan baru, setelah PM Narendra Modi menyerukan agar masyarakat tenang.

Para pemimpin partai oposisi mengecam pemerintah karena tidak berbuat memadai untuk menghentikan kekekerasan. Partai Kongres yang beroposisi menyerukan agar Menteri Dalam Negeri Amit Shah mundur karena dianggap tidak memenuhi kewajibannya.

Kecaman serupa dilontarkan Partai Komunis India, Brinda Karat, pemimpin partai itu, bahkan menuding Shah tidak bertindak sebagai menteri dalam negeri, melainkan menteri yang menyebar kebencian.

Perdana Menteri Narendra Modi lewat Twitter, Rabu (26/2), mengatakan, “Perdamaian dan keselarasan merupakan bagian penting dari etos kita. Saya memohon kepada saudara-saudara saya di New Delhi untuk senantiasa menjaga perdamaian dan persaudaraan. Memulihkan segera ketenangan dan kondisi normal merupakan hal yang penting.”

Bentrokan kekerasan di ibu kota India tersebut meletus setelah parlemen menyetujui amandemen baru UU Kewarganegaraan, Desember lalu, yang bisa mempercepat proses naturalisasi orang-orang asing dari semua kelompok agama dan kepercayaan, kecuali Islam. [ab/uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG