Tautan-tautan Akses

Pasca Kerusuhan Berdarah, PM India Minta Warga Tenang 


Pengendara motor melewati patroli keamanan di sebuah jalan yang terdampak kerusuhan di New Delhi, India, 26 Februari 2020.
Pengendara motor melewati patroli keamanan di sebuah jalan yang terdampak kerusuhan di New Delhi, India, 26 Februari 2020.

Perdana Menteri India Narendra Modi meminta masyarakat untuk tenang setelah kerusuhan berdarah selama tiga hari antara kelompok Hindu dan Muslim di New Delhi. Sedikitnya 23 orang tewas dalam kerusuhan itu dan 200 orang lainnya luka-luka.

Kerusuhan yang mengguncang satu kawasan pemukiman di pinggiran ibu kota itu merupakan yang terburuk di daerah itu dalam beberapa puluh tahun. Kerusuhan itu bertepatan dengan lawatan Presiden Amerika Donald Trump. Trump mengadakan pembicaraan dengan Modi kurang dari 20 kilometer dari lokasi kerusuhan tersebut.

Kerusuhan antara pendukung dan penentang undang-undang kewarganegaraan yang baru itu meletus dan dengan cepat meluas menjadi kerusuhan berkelompok. Mereka membawa batu, batangan besi dan senjata.

Polisi bersenjata lengkap berpatroli di kawasan itu sepanjang Rabu (26/2). Sejumlah dokter mengatakan sebagian korban meninggal atau luka-luka karena ditembak atau ditikam. Lainnya meninggal karena melompat dari gedung atau tempat tinggi lainnya untuk melarikan diri dari serangan itu.

Perdana Menteri Narendra Modi lewat Twitter mengatakan “perdamaian dan harmoni merupakan bagian penting etos kita. Saya memohon kepada saudara-saudara saya di New Delhi untuk senantiasa menjaga perdamaian dan persaudaraan. Memulihkan segera ketenangan dan kondisi normal merupakan hal yang penting.”

Sejumlah pemimpin oposisi mengeluh karena pemerintah tidak melakukan cukup upaya untuk mengatasi kekerasan itu.

Meskipun suasana masih sangat tegang, ketenangan mulai tampak pada Rabu. Namun sejumlah keluarga Muslim terlihat meninggalkan daerah-daerah yang terkena dampak kerusuhan. [em/pp]

Recommended

XS
SM
MD
LG