Tautan-tautan Akses

Pasukan Dukungan AS Singkirkan ISIS dari Raqqa


Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS merayakan kemenangan di Raqqa, Suriah, hari Selasa (17/10).

Pasukan Demokratik Suriah yang didukung Amerika hari Selasa merebut wilayah terakhir di Raqqa, Suriah, dari militan ISIS, dan koalisi pimpinan Amerika yang memerangi ISIS menyatakan kota itu “akan segera dibebaskan”.

Kepada wartawan, juru bicara Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang terdiri atas milisi Kurdi dan Arab, mengatakan, pertempuran di Raqqa telah berakhir. Pejuang SDF menyerbu stadion yang selama ini menjadi basis terakhir ISIS di kota itu setelah merebut rumah sakit yang juga berfungsi sebagai pusat komando.

Serangan untuk mengusir militan dari Raqqa dimulai Juni lalu, dan didukung serangan udara dan dukungan lain dari koalisi pimpinan Amerika.

Juru bicara koalisi Kolonel Ryan Dillon hari Selasa (17/10) dalam briefing di markas besar militer Amerika, Pentagon, mengatakan 90 persen Raqqa dikuasai SDF.

Raqqa adalah ibukota de facto ISIS. Di tempat tersebut mereka merencanakan serangan ke luar negeri, merayakan kemenangan di Irak dan Suriah dan melakukan eksekusi.

Meskipun SDF telah merebut Raqqa dari ISIS, krisis kemanusiaan di daerah itu memburuk, menurut kelompok advokasi anak Save the Children.

Kelompok tersebut mengatakan sekitar 270 ribu orang yang telah melarikan diri dari Raqqa masih sangat membutuhkan bantuan di kamp-kamp yang "penuh sesak oleh pengungsi." Badan amal itu mengatakan, umumnya pengungsi akan tinggal selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun dalam kamp-kamp, yang kondisinya "menyedihkan dan keluarga-keluarga tidak memiliki cukup makanan, air atau obat-obatan."

Organisasi tersebut menambahkan, ribuan warga sipil masih mengungsi di Deir el-Zour, di mana pertempuran berlanjut pada hari Selasa.

Sementara itu, Amerika, yang mendukung pasukan Irak dan membantu melatih pejuang Kurdi, meminta kedua pihak yang berselisih soal Kirkuk agar tenang. Presiden Donald Trump hari Senin menanggapi situasi itu dengan menyatakan Amerika "tidak akan berpihak" dalam bentrokan tersebut.

Menurut reporter VOA di Irak, unit-unit mobilisasi yang popular dan didukung Iran mundur beberapa kilometer dari posisi mereka di bagian selatan Kirkuk hari Minggu, memungkinkan beberapa unit pasukan keamanan Irak bergerak masuk. Ketika kendaraan militer Irak berparade di sekitar kota, pejabat-pejabat Amerika meminta kedua pihak menjaga perdamaian dan berfokus pada perjuangan membebaskan negara mereka dari pejuang ISIS, bukannya malah saling gempur.

Pasukan Amerika bersama pejuang Irak dan Peshmerga berada di sekitar Kirkuk. Pejabat-pejabat mengukuhkan, pasukan Irak yang memasuki Kirkuk dilatih dan diperlengkapi oleh pasukan Amerika. [ka/jm]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG