Tautan-tautan Akses

Pasokan Ketat, Harga Minyak Bisa Tembus $100 pada 2019


Bayangan pompa minyak angguk di lapangan minyak Baku, Azerbaijan, 24 Januari 2013

Harga minyak dunia bisa terkerek hingga $100 per barel pada akhir tahun ini atau awal 2019, karena dampak sanksi yang dikenakan terhadap Iran mulai terasa, kata para pedagang dari dua perusahaan perdagangan minyak global, Trafigura dan Mercuria, Senin (24/9).

Setidaknya hampir 2 juta barel per hari pasokan minyak mentah bisa berkurang dari pasaran pada kuartal keempat tahun ini, akibat sanksi AS terhadap Iran, kata Daniel Jaeggi, Presiden Mercuria Energy Trading, seperti dikutip oleh Reuters. Dengan hilangnya pasokan sejumlah ini, kenaikan harga minyak hingga $100 per barel sangat dimungkinkan.

“Kita berada di tubir volatilitas yang penting pada kuartal 4 2018 karena tergantung tingkat keras dan durasi sanksi Iran, pasar tidak punya pasokan yang cukup untuk merespons hilangnya 2 juta barel pasokan minyak dari pasaran,” kata Jaeggi.

Washington sudah menerapkan sanksi-sanksi finansial terhadap Iran dan berencana menyasar ekspor minyak negara anggota OPEC itu pada 4 November. Langkah ini akan memaksa negara-negara lain untuk ikut memangkas impor minyak mentah Iran.

Ben Luckock, kepala perdagangan minyak Trafigura, mengatakan harga minyak mungkin saja menyentuh $90 per barel pada saat liburan Natal dan $100 per barel saat Tahun Baru seiring dengan makin ketatnya pasokan di pasar.

Harga minyak jenis Brent sudah merangkak naik sejak awal 2017, saat Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) bersama dengan Rusia, mulai menahan produksi hingga menaikkan harga minyak. [vp/ft]

Recommended

XS
SM
MD
LG