Tautan-tautan Akses

OPEC, Rusia Tampik Seruan Trump untuk Naikkan Produsi Minyak


Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih berbincang dengan Sekjen OPEC Mohammed Barkindo dalam sesi sidang komite pengawasan tingkat menteri di Aljazair, 23 September 2018.
Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih berbincang dengan Sekjen OPEC Mohammed Barkindo dalam sesi sidang komite pengawasan tingkat menteri di Aljazair, 23 September 2018.

Arab Saudi dan Rusia, Minggu (23/9), menepis kemungkinkan kenaikan produksi minyak dalam waktu dekat, Reuters melaporkan.

Pernyataan dari Saudi, yang merupakan pemimpin OPEC dan Rusia, sekutunya sesama produsen minyak terbesar di luar OPEC serta-merta menampik seruan Presiden AS Donald Trump yang menuntut mereka melakukan tindakan untuk mendinginkan pasar.

“Saya tidak mempengaruhi harga,” kata Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih kepada para wartawan di Aljazair, tempat pertemuan menteri-menteri energi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan non-OPEC pada akhir pekan lalu. Rapat berakhir tanpa rekomendasi formal untuk penambahan pasokan minyak mentah.

Harga minyak jenis Brent, yang menjadi acuan perdagangan minyak mentah internasional, sempat menyentuh $80/ barel bulan ini. Kenaikan harga itu memicu Trump untuk mengulang tuntutannya pada Kamis (20/9), agar OPEC menurunkan harga minyak.

Dalam cuitan di Twitter pekan lalu, Trump mengatakan “mereka tidak akan aman untuk waktu yang lama tanpa kami, dan tetap saja mereka mendorong harga minyak terus naik dan naik.”

Reli harga minyak sebenarnya disebabkan, sebagian besar, karena penurunan ekspor minyak Iran, yang juga anggota OPEC, akibat sanksi baru yang diterapkan oleh AS.

Falih mengatakan Arab Saudi masih punya kapasitas untuk menaikkan produksi. Namun Saudi menganggap langkah tersebut belum diperlukan saat ini dan mungkin juga tidak diperlukan tahun depan, menurut perkiraan OPEC. Kenaikan tajam produksi di negara-negara OPEC bisa melebihi pertumbuhan permintaan global.

“Pasar sudah memiliki pasokan yang cukup. Saya tidak tahu apakah ada kilang minyak di dunia yang masih mencari minyak dan tidak bisa mendapatkannya,” kata Falih. Dia menambahkan Arab Saudi bisa menaikkan produksi sebanyak hingga 1,5 juta barel per hari, bila diperlukan. [ft]

Recommended

XS
SM
MD
LG