Tautan-tautan Akses

Pasca Serangan di 3 Kota, Pakistan Perketat Pengawasan di Perbatasan


Polisi dan tim penyelamat menutup tubuh korban ledakan di Quetta, Pakistan, 23 Juni 2017. (REUTERS/Naseer Ahmed).
Polisi dan tim penyelamat menutup tubuh korban ledakan di Quetta, Pakistan, 23 Juni 2017. (REUTERS/Naseer Ahmed).

Juru bicara tentara Pakistan hari Sabtu (24/6) mengatakan militer telah meningkatkan pengawasan di perbatasan Pakistan dengan Afghanistan setelah para pemberontak melancarkan beberapa serangan hari Jumat (23/6) terhadap tiga kota utama di Pakistan yaitu Quetta, Parachinar dan Karachi.

Mayor Jendral Asif Ghafoor mengatakan hasil pelacakan menunjukkan serangan-serangan itu berasal dari tempat persembunyian para pemberontak di Afghanistan.

Pakistan mengatakan pihaknya melancarkan penggerebekkan kontra-terorisme di Peshawar Jumat malam, menewaskan tiga teroris dan menangkap 12 tersangka lainnya.

Pejabat-pejabat di Pakistan dan Afghanistan, Sabtu (24/6) mengatakan jumlah korban tewas dalam serangan-serangan di tiga kota Pakistan itu kini mencapai lebih dari 80 orang.

Hampir 100 orang luka-luka dalam serangan yang dimulai di bagian barat daya kota Quetta, di mana jumlah korban tewas mencapai 14 orang, sementara 20 lainnya luka-luka. Pejabat-pejabat senior polisi tampaknya menjadi sasaran serangan, dimana tujuh dari empat belas korban tewas adalah pejabat polisi.

Baik kelompok ISIS maupun Jamaat-Ul-Ahrar yang merupakan cabang Taliban-Pakistan, sama-sama mengklaim bertanggung jawab terhadap serangan di Quetta.

Beberapa jam kemudian dua bom secara hampir bersamaan meledak di bagian barat laut kota Parachinar, menarget sebuah pasar yang penuh sesak di distrik kesukuan semi-otonom Kurram, di dekat perbatasan Afghanistan.

Sedikitnya 67 orang tewas dalam ledakan di Parachinar tersebut, demikian ujar Dr. Sabir Hussain, petugas medis di rumah sakit di Parachinar kepada Associated Press. Jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat karena ada lebih dari 260 orang luka-luka yang dirawat di rumah sakit itu, di mana 60 diantaranya dikategorikan sebagai “kritis”.

Penduduk di Parachinar itu didominasi warga Muslim-Syiah. Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab terhadap ledakan di Parachinar.

Dalam perkembangan lainnya, sekelompok laki-laki bersenjata di kota pelabuhan Karachi menyerang sejumlah polisi di pinggir jalan sebuah restoran, menewaskan sedikitnya lima orang. [em]

Recommended

XS
SM
MD
LG