Tautan-tautan Akses

Pasca Badai Maria, Krisis Kemanusiaan Merebak di Puerto Rico


Puing-puing rumah berserakan setelah Badai Maria melanda di Roseau, ibu kota Pulau Dominica, 23 September 2017.

Gubernur Puerto Rico hari Sabtu (23/9) bertemu dengan walikota-walikota pulau wilayah Amerika itu yang porak poranda awal pekan ini oleh Badai Maria, dan membahas kebutuhan mendesak masyarakat, sebagian di antaranya terancam bendungan yang akan jebol.

Gubernur Ricardo Rossello hari Sabtu di Twitter mengatakan ia melihat kerusakan pada Bendungan Guajataca, yang terbebani banjir setelah serangan Maria awal pekan ini. Dalam cuitannya, Rossello menegaskan permintaan agar orang-orang mengungsi dari daerah itu sesegera mungkin.

Puluhan ribu orang mengungsi dari lembah sungai di bawah bendungan di barat laut pulau itu.

Listrik masih padam di pulau itu, kecuali yang menyala dengan generator, dan layanan telepon belum merata, sementara pejabat berupaya menyediakan makanan dan air bagi mereka yang terimbas badai terburuk dalam hampir 100 tahun yang melanda pulau berpenduduk 3,4 juta orang.

Jose Sanchez Gonzalez, walikota Manati, kota pesisir utara, mengatakan masyarakatnya membutuhkan pasokan kebutuhan dasar seperti air, es dan gas segera. Ia mengatakan rumah sakit setempat penuh.

Pejabat lain mengatakan ketiadaan komunikasi dan layanan membuat mereka belum melakukan kontak dengan lebih dari setengah kota-kota di pulau yang hancur itu.

Selain Puerto Rico, badai Maria juga melanda pulau-pulau lain di Karibia. Di seluruh Karibia, korban tewas diperkirakan setidaknya 25 orang.

Hari Sabtu, Pusat Badai Nasional Amerika mengatakan Maria masih merupakan badai Kategori 3, tetapi kekuatan anginnya turun menjadi 185 kilometer per jam. Badai itu diperkirakan tidak akan mencapai daratan di kawasan Pantai Timur Amerika, tetapi sistem itu menyebabkan gulungan ombak berbahaya dan putaran arus di pesisir tenggara. [ka]

XS
SM
MD
LG