Tautan-tautan Akses

Partisipasi Rakyat Albania Rendah dalam Pemilu


Seorang pria Albania menggunakan hak suaranya di TPS di Tirana, Minggu, 25 Juni 2017 (foto: AP Photo/Hektor Pustina)

Guna meningkatkan kepercayaan demokratisnya menjelang perundingan kemungkinan untuk bergabung dalam keanggotaan Uni Eropa, Albania telah menyelenggarakan pemilu parlemen hari Minggu.

Albania menyelenggarakan pemilu parlemen hari Minggu karena negara itu hendak meningkatkan kepercayaan demokratisnya menjelang perundingan kemungkinan keanggotaan Uni Eropa.

Setelah tempat-tempat pemungutan suara (TPS) ditutup, pejabat-pejabat mengatakan, jumlah pemilih awal hanya sedikit di atas 45 persen berdasarkan data lebih dari separuh TPS, dibandingkan 53,5 persen pada empat tahun lalu.

Hasil awal pemilihan diperkirakan diumumkan hari Senin.

Partai Sosialis yang berkuasa dan saingannya, Partai Demokrat, adalah partai-partai terdepan yang berharap meraih mayoritas suara langsung di parlemen negara anggota NATO itu, yang berpenduduk 2,9 juta orang.

Negara itu mendapat status kandidat Uni Eropa pada tahun 2014, tetapi kemajuannya lambat akibat kurangnya reformasi, termasuk yang terlibat dalam proses pemilihan.

18 Partai politik mencalonkan diri untuk 140 kursi di parlemen dalam pemilu hari Minggu. Pesaing utama adalah Partai Sosialis Perdana Menteri Edi Rama dan partai Demokrat yang beroposisi, dipimpin oleh Lulzim Basha.

Hasil jajak pendapat menunjukkan partai Sosialis sedikit unggul dibandingkan Partai Demokrat yang berhaluan kanan tengah.

Semua partai utama mengampanyekan agenda reformasi, menjanjikan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, kenaikan gaji dan tingkat pengangguran yang lebih rendah, yang mencapai sekitar 14 persen.

Sekitar 6.000 petugas polisi mengamankan jalannya pemilu, sementara lebih 300 pengamat internasional memantau jalannya pemilu tersebut. [ka]

XS
SM
MD
LG