Tautan-tautan Akses

Partai Berkuasa Inggris Kalah dalam Pemilu Sela

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson di 10 Downing Street di London, 16 Desember 2021. Partai Konservatif Perdana Menteri Inggris Boris Johnson secara mengejutkan kalah dalam pemilihan sela parlemen yang merupakan referendum tentang pemerintahannya. (Foto: AP)
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson di 10 Downing Street di London, 16 Desember 2021. Partai Konservatif Perdana Menteri Inggris Boris Johnson secara mengejutkan kalah dalam pemilihan sela parlemen yang merupakan referendum tentang pemerintahannya. (Foto: AP)

Partai Konservatif Perdana Menteri Inggris Boris Johnson secara mengejutkan kalah dalam pemilihan sela parlemen yang merupakan referendum tentang pemerintahannya di tengah skandal selama berminggu-minggu dan melonjaknya kasus COVID-19.

Anggota Demokrat Liberal Helen Morgan, Kamis (16/12), memenangi pemilihan itu. Ia mewakili partai terbesar ketiga Inggris, yang dengan kemenangannya membatalkan mayoritas hampir 23.000 suara yang diraih Konservatif dari pemilihan terakhir.

Pemilihan di North Shropshire, daerah pedesaan di England Barat Laut, diadakan setelah mantan anggota Parlemen Konservatif mengundurkan diri di tengah skandal korupsi.

Hasil pemilihan itu akan menambah tekanan pada Johnson, hanya dua tahun setelah ia terpilih kembali dengan mayoritas 80 kursi yang tampaknya tak tergoyahkan di Parlemen. Namun otoritasnya dilucuti dalam beberapa pekan ini oleh tuduhan bahwa dia dan stafnya menghadiri pesta Natal tahun lalu sementara negara itu menerapkan lockdown, upaya untuk melindungi sekutu dari tuduhan lobi ilegal dan bahwa dia secara tidak pantas menerima sumbangan untuk mendanai perbaikan yang mewah dari kediaman resminya.

Dengan latar belakang ini, pendukung dan penentang mempertanyakan penanganan Johnson terhadap pandemi setelah kasus penularan virus corona melonjak ke rekor tertinggi minggu ini sementara varian omicron yang sangat menular melanda Inggris. [ka/uh]

This item is part of
XS
SM
MD
LG