Tautan-tautan Akses

Para Pendukung Aksi 112 Bertolak ke Jakarta


Polisi geledah peserta aksi 112 dari Solo yang akan berangkat ke Jakarta (Foto: VOA/Yudha)

Polisi sudah mengimbau warga agar tidak ikut aksi 112 di Jakarta. Namun hampir seribu anggota ormas Islam di Solo dan sekitarnya tak menggubris imbauan polisi tersebut.

Deretan bus pariwisata berjajar di sebuah lokasi di perbatasan Solo-Sukoharjo, Jumat siang (10/2). Masing-masing bus berkapasitas 55 penumpang. Satu per satu anggota ormas Islam di Solo dan sekitarnya mengantri masuk ke dalam bus sesuai daftar nama yang sudah disusun panitia. Beberapa orang di antaranya mengangkut kardus berisi makanan dan minuman ke dalam bus sebagai bekal dalam perjalanan.

Juru bicara Dewan Syariah Kota Surakarta, Kasum Musyafa, mengatakan ada belasan bus dan beberapa mobil pribadi mengangkut sekitar 800 hingga seribu orang dari Solo yang akan menuju Jakarta ikut bergabung dalam aksi 112 besok.

“Kita berangkat dengan 14 bus pariwisata. Kapasitas masing-masing bus sekitar 55 penumpang. Belum lagi ada yang berangkat dengan mobil pribadi. Total ada sekitar 800 hingga seribu anggota ormas Islam dibawah DSKS. Tujuan kita besok bergabung dengan peserta lain di Jakarta, kita aksi di Masjid Istiqlal, doa bersama, kemudian pulang ke Solo," kata Kasum Musyafa.

Polisi memeriksa satu per satu barang bawaan peserta aksi 112 dari Solo ini. Polisi menggeledah tas dan kardus yang dibawa mereka ke dalam bus. Kapolresta Solo, Kombes Achmad Lutfi, memantau langsung proses pengamanan hingga pemberangkatan tersebut. Menurut Lutfi, polisi sudah memberikan hinbauan agar warga tidak berangkat ke Jakarta dan ikut dalam aksi 112 karena alasan masa tenang Pilkada DKI Jakarta.

“Kita sudah himbau agar warga tidak berangkat ke Jakarta dalam aksi 112. Ya itu kan hak mereka. Laporan kami ada 17 bus yang mengangkut peserta aksi ke Jakarta dari Solo. Kita tidak lakukan pengawalan, hanya pengamanan termasuk pemeriksaan pada barang dan orang maupun kendaraan yang ikut ke Jakarta ini,” lanjutnya.

Dari pantauan di lokasi, tampak pula Abdulrohim, salah seorang anak Abu Bakar Baasyir (terpidana kasus terorisme yang kini mendekam di penjara), ikut mengkoordinasi peserta yang diberangkatkan menuju Jakarta ini.

Sebagainana diketahui, sebagian Ormas Islam akan menggelar aksi di Jakarta sebagai aksi 112 atau 11 Februari, sebagai rangkaian aksi 411 atau 4 November dan aksi 212 atau 2 Desember 2016. Aksi ini mereka klaim sebagai respon atas pernyataan gubernur non-aktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang oleh sebagian umat Islam dianggap melecehkan ajaran Islam.


Menurut mereka, aksi lanjutan ini dipicu oleh reaksi Ahok terhadap kesaksian ketua Majelis Ulama Indonesia, KH Ma’ruf Amin, dalam sidang dugaan penodaan agama dengan terdakwa Ahok.

Aksi 112 ini sempat menimbulkan perbedaan pendapat di kalangan pejabat pemerintah. Polda Metro Jaya melarang aksi terebut digelar di Jakarta karena memasuki masa tenang menjelang Pilkada 15 Februari mendatang.

Namun, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, menyatakan pemerintah tidak melarang aksi 112 digelar di Jakarta. Kemudian, dari hasil kesepakatan, aksi 112 dilakukan di Masjid Istiqlal dan tidak jadi dilakukan aksi turun ke jalan di Jakarta. [ys/lt]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG