Tautan-tautan Akses

Para Pemimpin Dunia Bergabung dalam Acara Penggalangan Dana Global


Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Arden

Para pemimpin dunia, hari Sabtu (27/6) bergabung dalam acara penggalangan dana global yang diselenggarakan oleh organisasi Global Citizen dan Komisi Eropa untuk mengumpulkan miliaran dolar guna memastikan pengujian dan pengobatan virus corona tersedia secara luas.

Para pembicara dalam acara penggalangan dana itu termasuk pemimpin AS, El Salvador, Swedia, Barbados dan Selandia Baru.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Arden mengatakan, "Apabila telah diproduksi, vaksin itu harus tersedia untuk semua orang. Selandia Baru akan bergabung dengan Gavi (Aliansi Vaksin) dan yang lainnya untuk memastikan negara-negara berkembang, termasuk negara tetangga di Kepulauan Pasifik, bisa memperolehnya apabila mereka membutuhkannya untuk melindungi komunitas."

Sementara itu Perdana Menteri Swedia mengatakan, "Prioritas nasional harus sejalan dengan solidaritas global. Sampai pandemi ini berakhir di semua negara di dunia barulah kita semua bisa merasa aman."

Kelly Craft, Duta Besar AS untuk PBB menyambut kerja sama global ini. "Kita harus benar-benar berpandangan multilateral, bekerja sama demi kebaikan bersama. Untuk itu, Amerika menyambut baik kontribusi berkualitas tinggi dari donor lain dan berharap bisa melanjutkan kerja sama dengan semua mitra internasional kita."

Di seluruh dunia, sekitar puluhan calon vaksin COVID-19 sedang dalam tahap awal pengujian.

Beberapa calon vaksin yang dianggap berpotensi akan diuji untuk tahap akhir pada akhir tahun ini. Namun meskipun semua uji coba berjalan dengan baik, kecil kemungkinan vaksin itu akan langsung memperoleh lisensi.

Sejumlah negara kaya sudah memesan sejumlah vaksin percobaan ini dan mengharapkan akan menerimanya sebelum vaksin tersebut mendapat izin pemasaran.

Pekan lalu, muncul pertanyaan apakah negara-negara berkembang akan mendapatkan vaksin tepat pada waktunya untuk menyelamatkan nyawa sebelum pandemi berakhir.

Pada acara penggalangan dana hari Sabtu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menjanjikan 5,5 miliar dolar untuk membantu negara-negara yang rentan membiayai pemulihan mereka dari pandemi.

Para pakar kesehatan memperingatkan deklarasi penggalangan dana besar-besaran itu tidak bisa diterapkan dan tanpa strategi terperinci, alokasi vaksin bisa tidak merata dan sangat kacau.

Acara penggalangan dana hari Sabtu itu ditutup dengan konser yang menampilkan sejumlah artis ternama dan para pemimpin politik menyoroti dampak yang tidak proporsional dari COVID-19 terhadap komunitas yang terpinggirkan. [my/ii]

XS
SM
MD
LG