Tautan-tautan Akses

Para Pemimpin Barat Prihatin atas Percobaan Misil Balistik Iran


Foto yang diambil dari siaran TV ini diambil pada 23 September 2017, dari TV pemerintah Iran menunjukkan misil Khoramshahr diluncurkan dari lokasi yang tidak diketahui, sehari setelah misil tersebut dipamerkan dalam parade militer di ibukota Iran, Teheran.

Para pemimpin Barat prihatin atas pengumuman Iran hari Sabtu (23/9) bahwa negara itu telah berhasil menguji coba misil balistik jarak menengah yang baru.

Presiden Amerika Donald Trump mencuit hari Sabtu, "Iran baru menguji coba misil balistik yang mampu mencapai Israel. Iran juga sedang bekerjasama dengan Korea Utara."

Trump juga menyebut persetujuan nuklir Iran tahun 2015 yang mencabut sanksi ekonomi PBB terhadap Iran dengan imbalan penghentian sebagian kegiatan nuklirnya.

Perancis, satu lagi penandatangan persetujuan itu, menanggapinya dalam pernyataan kementerian luar negeri. "Perancis menuntut agar Iran menghentikan semua kegiatan yang menggoyahkan kawasannya dan menghormati semua pasal Resolusi 2231, termasuk tuntutan menghentikan kegiatan balistik seperti ini," kata pernyataan itu.

Dan Israel, yang sering menjadi sasaran kecaman Iran, juga memberi reaksinya.

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman menyebut percobaan itu "provokasi" yang ditujukan terhadap Amerika Serikat, Israel, dan sekutu-sekutunya. Lieberman menambahkan bahwa percobaan itu adalah "bukti ambisi Iran untuk menjadi negara kuat dunia untuk mengancam nengara-negara di Timur Tengah dan negara-negara demokrasi di seluruh dunia."

Media pemerintah Iran hari Sabtu menayangkan gambar-gambar percobaan itu dan video dari misil tersebut.

Namun, tidak jelas kapan dan di mana percobaan peluncuran misil Khorramshahr itu dilakukan. Misil tersebut mempunyai jarak jangkauan 2.000 kilometer dan mempunyai kapasitas membawa beberapa hulu ledak. [gp]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG