Tautan-tautan Akses

Para Migran Menunggu di Dekat Perbatasan Belarus-Polandia


Migran dari Timur Tengah dan tempat lain berkumpul di pos pemeriksaan "Kuznitsa" di perbatasan Belarus-Polandia dekat Grodno, Belarus, Senin, 15 November 2021.
Migran dari Timur Tengah dan tempat lain berkumpul di pos pemeriksaan "Kuznitsa" di perbatasan Belarus-Polandia dekat Grodno, Belarus, Senin, 15 November 2021.

Kelompok-kelompok besar migran duduk-duduk di balik pagar kawat di sisi Belarus. Pagar itu didirikan di perbatasan dengan Polandia sementara kebuntuan terkait migrasi yang tegang antara Warsawa, Minsk dan Uni Eropa berlanjut.

Uni Eropa menuduh Presiden Belarus Alexander Lukashenko menggunakan para migran sebagai pion dalam “serangan hibrida” terhadap blok tersebut sebagai pembalasan atas sanksi yang dijatuhkan terhadap pemerintah otoriter itu karena tindakan keras dan brutal pada perbedaan pendapat di dalam negeri.

Ribuan orang dipenjarakan dan dipukuli setelah berbulan-bulan protes sejak Lukashenko memenangkan masa jabatan keenam dalam pemilihan 2020 yang menurut pihak oposisi dan Barat dicurangi.

Uni Eropa menyerukan bantuan kemanusiaan karena hingga 4.000 migran terjebak di kamp-kamp darurat dalam cuaca dingin di Belarus, sementara Polandia telah memperkuat perbatasannya dengan 15.000 tentara, di samping pasukan penjaga perbatasan dan polisi.

Migran dari Timur Tengah dan tempat lain berkumpul di pos pemeriksaan "Kuznitsa" di perbatasan Belarus-Polandia dekat Grodno, Belarus, Senin, 15 November 2021. (AP)
Migran dari Timur Tengah dan tempat lain berkumpul di pos pemeriksaan "Kuznitsa" di perbatasan Belarus-Polandia dekat Grodno, Belarus, Senin, 15 November 2021. (AP)

Uni Eropa telah menyatakan solidaritas dengan Polandia yang menjaga perbatasan eksternal blok itu, seperti disampaikan oleh Marcin Przydacz, wakil menteri luar negeri Polandia.

“Apa yang kami saksikan baru-baru ini, seperti yang Anda katakan, adalah operasi yang diatur dengan sangat baik, disiapkan oleh rezim Belarus, di mana manusia dijadikan alat. Ini adalah permainan yang sangat sinis di mana orang-orang, seperti yang saya katakan, digunakan sebagai peluru.”

Uni Eropa mengatakan rezim otoriter Lukashenko telah berbulan-bulan mengundang para migran ke ibu kota Belarus, Minsk, dengan janji membantu mereka melintasi perbatasan. Banyak di antara migran adalah warga Irak, Afghanistan, dan Suriah.

Sementara itu, pejabat Lithuania mengatakan mereka melihat peningkatan jumlah migran yang berupaya menyeberangi perbatasannya dari Belarus. [lt/uh]

XS
SM
MD
LG