Tautan-tautan Akses

Irak Siap Pulangkan Warganya di Perbatasan Polandia-Belarus


Prajurit Belarusia mengendalikan situasi sementara para migran antre untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan di perbatasan Belarusia-Polandia dekat Grodno, Belarus, Jumat, 12 November 2021. (Ramil Nasibulin/BelTA pool photo via AP)
Prajurit Belarusia mengendalikan situasi sementara para migran antre untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan di perbatasan Belarusia-Polandia dekat Grodno, Belarus, Jumat, 12 November 2021. (Ramil Nasibulin/BelTA pool photo via AP)

Pemerintah Irak mengatakan sedang mengatur penerbangan repatriasi Kamis ini untuk warganya yang terjebak di perbatasan Polandia-Belarus atas dasar “sukarela.”

“Irak akan melakukan penerbangan pertama bagi mereka yang ingin kembali secara sukarela pada 18 November dari Belarus,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Irak Ahmed al-Sahaf kepada televisi Irak pada Minggu malam.

Dia tidak mengatakan berapa banyak orang yang dapat naik penerbangan Minsk-Baghdad itu, tetapi menyatakan Irak telah mencatat 571 warganya yang terjebak di perbatasan itu yang mengatakan siap untuk kembali “secara sukarela.”

Ribuan migran dari Timur Tengah, termasuk banyak dari wilayah otonomi Kurdistan Irak, berkemah di perbatasan Uni Eropa (UE)-Belarus, sehingga menciptakan pertikaian antara UE dan AS di satu sisi dan Belarus dan sekutunya Rusia di sisi lain.

Tentara dan polisi Polandia mengawasi para migran di perbatasan Polandia/Belarus dekat Kuznica, Polandia, dalam foto yang dirilis oleh Pasukan Pertahanan Teritorial, 12 November 2021. (REUTERS)
Tentara dan polisi Polandia mengawasi para migran di perbatasan Polandia/Belarus dekat Kuznica, Polandia, dalam foto yang dirilis oleh Pasukan Pertahanan Teritorial, 12 November 2021. (REUTERS)

Negara-negara Barat menuduh pemerintahan Presiden Belarus Alexander Lukashenko merekayasa krisis itu dengan mendorong para migran untuk datang ke Belarus dan kemudian membawa mereka ke perbatasan.

Hubungan udara reguler antara Baghdad dan Minsk telah dihentikan sejak Agustus, sementara misi diplomatik Belarus di Baghdad dan Arbil, ibu kota Kurdistan Irak, telah ditutup selama lebih dari seminggu.

Langkah-langkah itu “telah mengurangi perjalanan orang Irak (ke Belarus) tetapi sebagian kini mengambil penerbangan tidak langsung, melewati Turki, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Mesir,” kata Sahaf.

Pada hari Jumat (12/11), Turki melarang warga Suriah, Irak dan Yaman terbang dari bandara-bandara Turki ke Belarus, sementara maskapai swasta Suriah Cham Wings Airlines pada hari Sabtu menghentikan penerbangan ke Minsk. [lt/uh]

XS
SM
MD
LG