Tautan-tautan Akses

AS

Para Gubernur AS Hati-hati Buka Kembali Kegiatan terkait COVID-19


Kepala Gugus Tugas Virus Corona Gedung Putih, Dr. Deborah Birx

Sementara demonstrasi berlanjut di seluruh Amerika terkait kematian George Floyd seorang laki-laki Amerika keturunan Afrika yang meninggal dalam tahanan polisi di Minneapolis, Amerika perlahan keluar dari krisis lainnya; pandemi yang menjerumuskan ekonomi terburuk dalam sejarah dan kesehatan masyarakat.

Para Gubernur AS mengatakan kepada anggota Kongres bahwa fase pertama pembukaan kembali negara berjalan baik tetapi masih memerlukan banyak sumber daya.

Saling berdekatan satu sama lain menimbulkan kekhawatiran bahwa demonstrasi bisa memicu gelombang kedua virus corona. Perluasan tes akan membantu mencegah penyebaran itu, kata kepala Gugus Tugas Virus Corona Gedung Putih, Dr. Deborah Birx.

"Jadi orang-orang yang terlibat dalam demonstrasi damai harus benar-benar mengetahui status mereka dan tidak secara sengaja menyebarkannya," ujarnya.

Virus ini telah menewaskan lebih dari 105.000 warga di A.S. dan secara tidak proporsional berdampak pada warga kulit berwarna.

Ketika demonstrasi-demonstrasi itu terjadi, para pemilih di delapan negara bagian dan di Distrik Columbia melakukan jaga jarak sosial ketika memberikan suara dalam pemilu pendahuluan Selasa, bagian dari pembukaan kembali secara bertahap tempat-tempat umum di 50 negara bagian. Pembukaan kembali kegiatan itu disambut baik di Colorado.

Gubernur Colorado, Jared Polis mengatakan kepada anggota Kongres, negara bagian perlu mengetahui sumber daya yang akan diterimanya ketika membuka kembali kegiatan.

"Jika kita akan merencanakan koordinasi dengan mitra federal kita, kita perlu memastikan memiliki semua pilihan, tahu persis apa yang akan diperoleh dan kapan, apa yang tidak akan kita peroleh, sehingga negara-negara bagian berupaya mengisi kekosongan tersebut," katanya.

Beberapa pemimpin negara bagian dan lokal mengatakan perintah tinggal di rumah selama musim semi bukan pilihan jika virus kembali merebak pada musim gugur, sebagaimana dikatakan Gubernur Asa Hutchinson.

“Kita tidak bisa berbalik dan mengatakan akan menghentikan semua kegiatan. Kita harus menjalani musim gugur dengan menyadari kemungkinan akan ada gelombang lain virus, tetapi kita tidak bisa kembali menerapkan perintah tinggal di rumah. Kita harus bisa mengelola risiko ini, dan itu dilakukan melalui tes, pelacakan kontak serta jaga jarak sosial sampai kita memperoleh vaksin.”

Lebih dari 40 juta orang Amerika telah minta tunjangan pengangguran sejak penerapan perintah tinggal di rumah menutup sebagian besar perekonomian. Partai Demokrat di Kongres mengatakan, $3 triliun bantuan yang sejauh ini disetujui masih belum cukup.

Chuck Schumer, Ketua Fraksi Minoritas Senat mengatakan, “Kita membutuhkan RUU bantuan yang besar, kuat, dan berani. Saya mendukung COVID 4."

Tetapi pihak Partai Republik di Senat menginginkan jeda untuk melihat hasil bantuan yang diberikan sebelumnya dan mengatakan akan mempertimbangkan bantuan lebih besar pada bulan Juli. [my/ii]

XS
SM
MD
LG