Tautan-tautan Akses

Papua Nugini Selidiki Kematian Pencari Suaka Australia di Pulau Manus


Para pencari suaka menunjukkan kartu identitas mereka saat mendarat di Pulau Manus, Papua Nugini (foto: ilustrasi).

Pihak berwenang di Papua Nugini akan menyelidiki kematian pencari suaka yang ditahan di kamp migran lepas pantai Australia di Pulau Manus. Tahanan asal Sri Lanka itu diduga bunuh diri, sehingga jumlah kematian di pulau itu menjadi enam orang dalam empat tahun terakhir.

Teman-teman pria Tamil Sri Lanka berusia 32 tahun itu mengatakan bahwa dia sudah lama merasa tertekan, dan mereka yakin dia melakukan bunuh diri. Dia pindah dari kamp tahanan yang disponsori Australia di Pulau Manus ke sebuah pusat transit terdekat dimana seorang pencari suaka Iran ditemukan tewas bulan Agustus.

Pulau Manus menampung satu dari dua fasilitas migran lepas pantai yang dikelola oleh Australia di Pasifik Selatan. Yang lainnya berada di negara kecil Nauru. Di kamp-kamp terpencil inilah Australia menahan pencari suaka yang dicegat ketika berusaha mencapai Australia dengan kapal sementara permohonan status pengungsi mereka masih diselidiki.

Kalaupun klaim pengungsi tersebut terbukti benar, Australia menolak untuk menerima mereka berdasarkan kebijakan perbatasan yang dirancang untuk mencegah pendatang dengan kapal tanpa izin.

Nick McKim, senator partai Hijau, mengatakan kebijakan di luar negeri itu memalukan.

"Kalau kita merancang sebuah sistem penahanan tanpa batas waktu, sistem yang diciptakan dan dirancang untuk menyebabkan kerusakan mental, penderitaan mental dan trauma mental, tragedi semacam ini sudah bisa diramalkan," tukasnya.

Menteri luar negeri Australia Julie Bishop mengatakan pihak berwenang di Papua Nugini (PNG) dan bukan Australia, yang akan menyelidiki kematian pencari suaka Sri Lanka itu.

"Saya tahu ada laporan-laporan bahwa seseorang telah meninggal di rumah sakit PNG. Akan ada penyelidikan oleh pihak berwenang PNG, namun saya menyarankan agar pejabat PNG berbicara mengenai hal yang terjadi di PNG. Saya tidak memiliki informasi lebih lanjut," kata Bishop.

Pekan lalu sekelompok kecil pengungsi yang sebelumnya ditahan oleh Australia meninggalkan Papua Nugini menuju Amerika Serikat sesuai kesepakatan dengan pemerintahan Obama tahun lalu. 600 orang lainnya masih berada di Pulau Manus. [as/ii]

XS
SM
MD
LG