Tautan-tautan Akses

AS

Pandemi Virus Corona Kacaukan Rencana Liburan di AS


Seorang pria berjalan melalui Terminal Grand Central pada 21 Oktober 2020 di New York City. (Foto: AFP)

Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular terkemuka di AS, tidak akan berkumpul bersama dengan keluarganya untuk merayakan Hari Bersyukur atau Thanksgiving Day.

Pada usia 79 tahun, Fauci berisiko tinggi tertular Covid-19. Ketiga anaknya yang sudah dewasa “khawatir mengenai, dalam tanda kutip, ayah mereka yang lansia. Saya benci menggunakan kata itu,” katanya kepada stasiun televisi NBC. Mereka memutuskan untuk mengadakan acara makan malam secara virtual, lanjutnya.

Pandemi Covid-19 telah merumitkan rencana liburan bagi banyak keluarga di AS. Dengan lebih dari 240 ribu orang meninggal karena virus corona dan jumlah yang tertular meningkat di berbagai penjuru Amerika, menurut Johns Hopkins University, setiap keluarga akan harus mengambil keputusan mengenai apakah mereka akan berkumpul, kata Fauci.

Khususnya apabila pertemuan itu mencakup anggota keluarga lansia, atau yang memiliki masalah kesehatan seperti diabetes, obesitas, kanker atau penyakit jantung yang meningkatkan risiko sakit parah, “Kita perlu mengambil beberapa langkah mundur dan mengatakan, ‘Apakah berharga tahun ini untuk mengajak orang-orang seperti itu berkumpul sementara kita tidak tahu status infeksi orang-orang itu?" kata Fauci kepada JAMA Network.

Liburan Thanksgiving biasanya merupakan masa perjalanan paling sibuk di AS. Sekitar 50 juta warga Amerika bepergian 80 kilometer atau lebih untuk bersantap bersama dengan teman dan keluarga, sebut kelompok otomotif dan perjalanan AAA.

Pertemuan tradisional Thanksgiving tampaknya menjadi sumber penyebaran virus corona.

Para pakar telah menganjurkan orang-orang untuk membatasi interaksi mereka ke satu kelompok orang saja, yang disebut bubble atau gelembung. Semakin sedikit kontak dengan orang-orang di luar bubble itu sama artinya dengan semakin kecil peluang terinfeksi.

Thanksgiving menghancurkan gelembung itu sekaligus, dengan membawa masuk orang-orang dari tempat yang jauh dengan tingkat keterpaparan virus yang beragam dan kerap kali malah tidak diketahui.

Sebagai contoh, kata para pakar, siswa yang kembali dari sekolah mungkin membawa virus itu dan tidak mengetahuinya. Orang-orang muda lebih besar kemungkinannya terinfeksi tanpa gejala. [uh/ab]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG