Tautan-tautan Akses

Pakistan Sangkal Kecaman India soal Perlakuan terhadap Keluarga Tahanan


Pria India yang ditahan di Pakistan, Kulbhushan Jadhav (kiri) saat bertemu ibu dan istrinya di Islamabad, Pakistan, 25 Desember 2017 lalu.

Juru bicara Kementerian luar negeri Pakistan hari Kamis (28/12) mengatakan tuduhan India akan perlakuan buruk terhadap istri dan ibu seorang perwira angkatan laut India yang menghadapi hukuman mati, selama pertemuan pertama mereka sejak perwira itu ditangkap tidak berdasar.

Juru bicara Pakistan, Mohammad Faisal mengatakan komentar India memperburuk situasi di seputar sikap kemanusiaan itu. Kulbhushan Jadhav dinyatakan bersalah melakukan kegiatan mata-mata.

Menteri Luar Negeri India Sushma Swaraj menuduh Pakistan mengabaikan budaya dan agama keluarga Jadhav dengan dalih tindakan pengamanan, termasuk melepas gelang dan perhiasan lainnya, serta mengganti pakaian dan sepatu.

Kecaman tersebut diperkirakan memperburuk ketegangan antara musuh lama yang sudah tiga kali berperang sejak mendapat kemerdekaan dari Inggris tahun 1947 dan secara berkala melakukan tembak menembak di wilayah yang disengketakan di Kashmir.

Pertemuan tersebut merupakan yang pertama antara Jadhav dan keluarganya sejak ditangkap oleh Pakistan bulan Maret 2016 setelah dituduh masuk ke Pakistan dari Iran.

Pengadilan militer Pakistan mendapati Jadhav bersalah melakukan spionase dan sabotase dan menjatuhkan hukuman mati kepada Jadhav.

India memperoleh perintah dari Pengadilan Internasional untuk menghentikan eksekusi tersebut. India mengatakan Jadhav adalah seorang pensiunan angkatan laut India, sementara pemerintah Pakistan menggambarkannya sebagai seorang pejabat yang masih aktif. [my/al]

XS
SM
MD
LG