Tautan-tautan Akses

AS

Pakar: Penundaan Pemberian Stimulus Berimbas pada Pemulihan Ekonomi AS


George Washington terlihat menggunakan masker medis tercetak pada uang kertas $ 1 dalam ilustrasi yang diambil, 31 Maret 2020. (Foto: REUTERS / Dado Ruvic)

Sementara pemerintahan Trump dan Kongres memperdebatkan besarnya paket stimulus baru untuk meningkatkan ekonomi yang terpuruk akibat pandemi, para analis memperingatkan bahwa penundaan dana bantuan itu akan menimbulkan kerugian keuangan bagi penduduk yang rentan dan dapat menunda pemulihan ekonomi setelah virus bisa dikendalikan.

Dengan waktu pemilu presiden yang hanya tiga minggu lagi, status perundingan mengenai dana stimulus di Washington masih belum pasti. Awal pekan ini, Presiden Donald Trump mengumumkan, ia membatalkan semua negosiasi sampai setelah pemilihan, namun kemudian diralatnya dengan seruan untuk bantuan federal terbatas bagi sebagian sektor ekonomi.

Sementara itu, Ketua DPR dari Partai Demokrat Nancy Pelosi kembali menegaskan desakan partainya atas paket komprehensif untuk membantu bisnis yang kesulitan, konsumen dan pemerintah negara bagian dan lokal, dan menambahkan bahwa perundingan akan terus berlanjut.

Pembicaraan pada Jumat (9/10) sore antara Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin gagal mencapai kesepakatan. Pembicaraan akan berlanjut, kata seorang ajudan Pelosi.

Namun pada Jumat (9/10) pagi, Pemimpin Mayoritas Senat Republik Mitch McConnell mengatakan, paket stimulus baru tidak mungkin lolos dari senat sebelum pemilihan pada 3 November.

AS memberlakukan program stimulus ekonomi terbesar dalam sejarah pada Maret, dengan Undang-Undang CARES yang menyuntik dana lebih dari $ 2 triliun untuk perekonomian melalui pemberian uang tunai langsung kepada individu, meningkatkan tunjangan pengangguran, dan pinjaman yang dapat berubah menjadi hibah untuk bisnis. Program itu sebagian besar berhasil menopang pendapatan rumah tangga, bahkan ketika tingkat pengangguran mencapai hampir 15 persen pada bulan April. [ps/pp]

XS
SM
MD
LG