Tautan-tautan Akses

AS

Oregon Pertimbangkan UU Bersejarah untuk Lindungi Penyewa Rumah


Suasana di dermaga pantai Portland, Maine, 11 Maret 2016. (Foto: dok).

Oregon telah menjadi salah satu tempat pindah yang paling terkenal dengan puluhan ribu pendatang baru setiap tahun yang terpikat oleh hutan-hutan dan pegunungannya, karena keunikan kotanya Portland dan kesempatan lapangan kerjanya. Oregon mencapi tingkat pengangguran yang rendah dalam sejarah, 3,8 persen pada bulan Maret.

Tapi arus kedatangan itu telah menyebabkan krisis penyewaan rumah di seluruh negara bagian sementara sangat sedikit rumah yang dibangun. Keluarga-keluarga menghadapi kenaikan sewa yang tajam atau diusir untuk memberi tempat bagi penyewa yang lebih baik (mampu).

Warga bahkan akhirnya tinggal di tenda-tenda atau di kendaraan mereka. Kini anggota legislatif sedang memperdebatkan cara mengatasi apa yang dikatakan ketua DPRD Tina Kotel “situasi darurat yang menuntut tindakan tegas”.

Pada salah satu sidang proposal yang diperdebatkan dengan sengit, anggota legislatif mempertimbangkan memaksa pemilik rumah untuk membayar satu bulan sewa karena pengusiran tanpa sebab bahkan sampai tiga bulan untuk kasus tertentu.

RUU itu juga membatalkan larangan tahun 1985 mengenai pengawasan sebagian besar sewa di negara bagian itu, memungkinkan kota-kota hingga kabupaten memberlakukan peraturan mereka sendiri.

Jika disahkan, Oregon akan menjadi pelopor dalam menciptakan perlindungan penyewa di Amerika, kata pejabat Konferensi Nasional Dewan Perwakilan Negara Bagian.

Anggota DPRD Karin Power seorang Demokrat dari Milwaukie, pinggiran Portland dan salah seorang sponsor RUU itu mengatakan krisis perumahan adalah masalah negara bagian yang memerlukan penyelesaian negara bagian.

Tapi anggota DPRD yang menentang mengatakan peraturan itu akan merugikan orang yang ingin membeli atau membangun properti untuk disewakan dan pada akhirnya akan memperburuk krisis perumahan. [my/al]

XS
SM
MD
LG