Tautan-tautan Akses

Kelompok oposisi utama Suriah mengangkat ketua perunding baru, Nasr Hariri, hari Jumat (24/11) menjelang babak baru perundingan yang didukung PBB dengan pemerintah Damaskus pekan depan.

Nasr Hariri mengatakan oposisi akan berangkat ke Jenewa tanggal 28 November untuk melakukan perundingan langsung dan siap membahas apapun di meja perundingan.

Pengumuman itu dikeluarkan dalam pertemuan puncak Riyadh di mana, sehari sebelumnya, oposisi berkukuh pada tuntutan bahwa Presiden Bashar al-Assad tidak boleh berperan dalam periode interim, meskipun ada spekulasi sikap itu dapat melunak karena kekuatan Assad di medan tempur.

Oposisi Suriah bertemu untuk menentukan sikap bersama menjelang perundingan Jenewa setelah intervensi Rusia selama dua tahun membantu pemerintahan Assad merebut kembali kota-kota utama Suriah.

Hariri menggantikan Riyad Hijab yang berhaluan keras, yang memimpin Komisi Perundingan Tinggi dalam perundingan sebelumnya, tetapi tiba-tiba mengundurkan diri pekan ini tanpa penjelasan.

Mediator PBB Staffan de Mistura, yang menyiapkan babak perundingan Jenewa, hari Jumat bertemu dengan menteri luar negeri Rusia Sergei Lavrov di Moskow yang mengatakan, Rusia bekerja sama dengan Arab Saudi untuk mempersatukan oposisi Suriah. [ds]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG