Tautan-tautan Akses

Operasi Anti-ISIS, Polisi Turki Tangkap Lebih dari 440 Orang


Polisi anti-terorisme mendobrak pintu saat operasi menangkap orang-orang yang diduga terkait ISIS, di Adiyaman, Turki, 5 Februari 2017.

Kantor berita Turki Anadolu Agency hari Minggu (5/2) melaporkan polisi Anti-Terorisme Turki telah menangkap lebih dari 440 orang yang diduga terkait dengan kelompok ISIS.

Anadolu mengatakan 60 tersangka ISIS, yang sebagian besar adalah warga asing, dibawa ke penjara di ibukota Ankara, Minggu pagi (5/2).

Dilaporkan bahwa 445 orang ditangkap dalam operasi polisi sebelum fajar yang dilakukan secara serentak di sejumlah kota, termasuk Istanbul dan Gaziantep yang terletak di dekat perbatasan Suriah.

Operasi terbesar dilakukan di bagian tenggara Sanliurfa, di mana polisi menangkap lebih dari 100 tersangka dari berbagai tempat dan menemukan materi terkait militan ISIS.

Pasukan keamanan juga menangkap sembilan tersangka yang diduga sedang mempersiapkan serangan di bagian barat laut kota Izmir.

Anadolu tidak memberi informasi tentang kewarganegaraan mereka yang ditangkap tersebut, tetapi diantara warga negara asing yang ditangkap di Istanbul dan di bagian barat daya propinsi Kocaeli terdapat 10 anak di bawah umur.

Turki, yang tahun lalu berhasil menggagalkan upaya kudeta dan puluhan serangan berdarah terkait militan ISIS dan Kurdi, telah meningkatkan upaya-upaya anti-terorisme.

Kelompok militan ISIS mengklaim bertanggungjawab terhadap penembakan membabibuta pada Malam Tahun Baru di sebuah klub malam di Istanbul yang menewaskan 39 orang. ISIS mengklaim memiliki beragam sel di Turki.

Turki adalah anggota sekutu NATO dan pasukan koalisi pimpinan Amerika melawan ISIS. Turki memiliki perbatasan dengan Suriah dan Irak, dua negara yang dikoyak perang dalam perjuangan melawan militan ISIS.

Pasukan Turki telah ditempatkan di Suriah sejak Agustus lalu untuk menghentikan operasi militan ISIS dan pejuang Kurdi di Suriah yang dinilai Turki terkait dengan pemberontak Kurdi di tanah airnya.

Di antara mereka yang ditahan hari Minggu dilaporkan aktif di medan tempur dan terlihat dalam rekrutmen bagi ISIS, dengan mengandalkan propaganda pada media sosial. [em/jm]

XS
SM
MD
LG