Tautan-tautan Akses

Negara-negara Rawan Tsunami Belajar Mencegah Bencana Masa Depan 


Foto yang diambil dari gambar video yang dirilis Kepolisian Prefektur Miyagi memperlihatkan air mulai naik membanjiri sungai Sunaoshi di Tagajo, pada 22 November 2016. Gempa bumi kuat mengguncang timur laut Jepang, Selasa yang membuat warga menyelamatkan diri ke dataran yang lebih tinggi.
Foto yang diambil dari gambar video yang dirilis Kepolisian Prefektur Miyagi memperlihatkan air mulai naik membanjiri sungai Sunaoshi di Tagajo, pada 22 November 2016. Gempa bumi kuat mengguncang timur laut Jepang, Selasa yang membuat warga menyelamatkan diri ke dataran yang lebih tinggi.

"Seperti monster, tsunami menghancurkan segalanya," kata seorang siswi dari sebuah negara Kepulauan Pasifik menggambarkan tsunami.

Pada 26 Desember 2004, gempa berskala 9,1 di Indonesia memicu tsunami besar yang menewaskan lebih dari 230.000 orang di empat negara dan menyebabkan kerusakan sekitar 10 miliar dolar.

Setiap 5 November diperingati sebagai Hari KepedulianTsunami Sedunia dan Rabu (1/11) pengurangan risiko bencana menjadi agenda penting di PBB.

"Yang bisa saya katakan adalah gelombang tsunami tidak dapat dihentikan," kata Duta Besar Bulgaria untuk PBB, Sofia Georgi Velikov Panayotov. Dia dan istrinya sedang berlibur di Thailand tahun 2004 dan selamat dari tsunami. "Yang bisa kita lakukan adalah membangun sistem peringatan dini dan tentu saja, mendidik masyarakat tentang kekuatan dahsyat gelombang tsunami," kata dia.

Gempa berskala 9 richter mengguncang daerah timur laut Jepang pada 11 Maret 2011 dan memicu tsunami dahsyat yang juga merusak pabrik nuklir Fukushima Daiichi, di sebelah selatan Sendai.

Gempa itu merupakan yang terkuat yang pernah dicatat di Jepang, menewaskan lebih dari 15.000 orang, menyebabkan kerusakan dan kehancuran luas. [my]

XS
SM
MD
LG